Pasar tiban di depan Terminal Mangkang dikerubuti Warga

Suasana jumat malam dipasar tiban depan terminal Mangkang Semarang
Suasana jumat malam dipasar tiban depan terminal Mangkang Semarang


Semarang-JM News. Pasar tiban yang terletak didepan terminal Mangkang dan biasa digelar setiap jumat malam kini semakin dijejali para pedagang musiman juga warga pengunjungnya.

Hal ini sebagaimana disampaikan salah seorang petugas dari Anggota Ormas tertentu, Saepul yang membenarkan semakin membludaknya para pedagang yang ikut jualan di pasar dadakan ini," kalau bapak akan ikut jualan disini, nanti saya daftarkan ke paguyuban. Karena pedagangnya disini membludak pak," ujarnya.

Namun Saeful pun hingga kini belum tahu pengelolanya yang dari pihak pemerintah kewenangan di dinas apa," masalah pengelolanya dari pihak pemerintah saya nggak tahu masuk dinas apa, tapi ini pasar dadakan tiap jumat malam yang pindahan para PKL dari kawasan Pak," imbuhnya.

Sementara itu salah seorang Pedagang, Agus merasa terbantu dengan adanya pasar dadakan ini sebagai lahan pencarian nafkah baru," saya sih senang dengan pasar ini, alhamdulillah ada pendapatan baru Mas," ujar pedagang mainan anak-anak ini kepada jantramas.com. Tapi Agus pun menyayangkan pasar tiban yang baru berjalan sekira tiga mingguan ini para pedagangnya sudah membludak," sekarang pedagangnya sangat banyak, padahal pertamanya hanya delapan pedagang yang jualan dan lahannya sudah disekat-sekat ada namanya," imbuhnya.

Memang selama ini lahan taman kota dan halte yang ada didepan kebun binatang dan berseberangan dengan terminal mangkang ini hanya digunakan para pedagang makanan sedangkan lahan lainnya semua digunakan untuk parkir kendaraan bagi para pengunjung yang hanya sekedar rehat kongkow ditaman atau pada siang dan hari libur menjadi lahan parkir untuk pengunjung yang akan ke kebun binatang semarang.

Namun kini lokasi yang terletak dibatas kota semarang jalur pantura ini telah beralih fungsi setiap jumat malamnya dimandaatkan para PKL untuk berjualan berbagai barang pakaian, makanan, minuman hingga buah-buahan. Dan mereka pun untuk ikut jualan dipasar tiban ini hanya dipungut Rp 2000/ pedagang kepada pengurus paguyuban setempat. (Tim jantramas.com Semarang)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close