Demo Pro Polda Jateng digelar di PN Semarang


Semarang, jantramas.com - Sidang lanjutan Pra Peradilan antara PT Pelindo (Persero) Pelabuhan Semarang melawan Polda Jawa Tengah yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang (Senin,20/6) diwarnai aksi Unjuk rasa ratusan  para simpatisan Polda Jawa Tengah.


Mereka datang  dilokasi sejak pukul 8.00 Wib dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan roda dua dan roda empat, kemudian mereka pun secara tertib bergerak ke area Pengadilan Negeri Semarang dengan menggunakan ikat kepala serta menggelar beberapa spanduk yang intinya mendukung Pihak Penyidik Polda Jawa Tengah yang telah menetapkan GM Pelindo III  Semarang, TS sebagai Tersangka dugaan Bongkar Muat Ilegal di Pelabuhan Semarang.


Bahkan dalam spanduknya  pihak Para Pendemo pun menegaskan jika Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 88 Tahun 2011 bukan SIUPBM sebagaimana yang dijadikan salah satu dalih Pihak Pelindo untuk melegalkan aktivitas bongkar muatnya selama ini di Pelabuhan Semarang.



Sedangkan Prosesi Sidang Pra Peradilan yang dipimpin Hakim Ketua, Sigit tetap berjalan lancar sesuai agenda pembacaan jawaban termohon dari Polda Jawa Tengah yang dibacakan Bidang Hukum Polda Jateng, Kompol Hartono yang menegaskan jika Penetapan Tersangka terhadap GM Pelindo III Semarang, TS telah sah dan memenuhi prosedural sesuai pasal  184 KUHAP yang telah ada dua alat bukti yang cukup.




Aksi unjuk rasa Pro Polda Jateng di PN Semarang
Aksi unjuk rasa Pro Polda Jateng di PN Semarang


Kemudian dalam jawaban termohonpun diungkapkan, Jika Pihak PT Pelindo III Semarang pernah mengajukan permohonan SIUPBM kepada Gubernur Jawa Tengah melalui Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah  yang menunjukkan Pelindo belum mempunyai Izin bongkar muat sebagaimana diamanatkan peraturan perundangan yang berlaku.


Selanjutnya dalam jawaban termohon pun menegaskan, jika Subyek Hukum GM Pelindo III Semarang , TS sudah benar dan sah karena locus usahanya beralamat di Jalan Koster Tanjung Emas Semarang. Hal senada pun disampaikan Pengacara APBMI Jateng, Rizal Thamrin yang membenarkan langkah Penyidik Polda Jawa Tengah yang telah menetapkan GM Pelindo III Semarang, TS sebagai tersangka dugaan Bongkar Muat Ilegal di Pelabuhan Semarang, karena telah melanggar Undan-undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran,” Dari sudut manapun telah melakukan pelanggaran terhadap Undang-undang Pelayaran, makanya pas ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Sementara itu dalam Persidangan, Pihak Pelindo III Semarang hanya mendengarkan jawaban dari pihak termohon secara serius dan agenda persidangan akan dilanjutkan besok ( Red: Selasa,21/6) dengan agenda pembuktian dan saksi dari Pihak Pelindo. Selanjutnya ditempat terpisah GM Pelindo III Semarang, TS saat dimintai komentar atas persidangan yang diwarnai aksi unjukrasa dari  para pendukung Polda Jawa Tengah, “ Demo itu hak, kami serahkan  semua ke mekanisme pengadilan,” ungkapnya melalui pesan singkatnya.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sidang Pra Peradilan antara PT Pelindo III Semarang melawan Polda Jawa Tengah telah dilakukan perdana pada Jumat 17 Juni 2016 lalu, kemudian dilanjutkan pada senin (20/6) dengan agenda pembacaan jawaban termohon dari Pihak Polda Jawa Tengah. Dan dalam persidangan saat ini diwarnai aksi unjuk rasa damai yang dilakukan para simpatisan Polda Jawa Tengah yang menggelar beberapa spanduk diarea pengadilan Negeri Semarang.


Sehingga suasana dilokasi  area persidangan cukup ramai, namun prosesi persidangan Pra Peradilan dalam kasus dugaan bongkar muat illegal yang telah menjerat salah seorang Pimpinan Pelindo III Semarang ini telah menyeruak ke Publik setelah Pihak Pelindo III Semarang bersikeras menolak penetapan tersangka oleh Penyidik Polda Jawa Tengah yang secara hukum kemudian melakukan gugatan Pra Peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang dan juga telah menggelar Demo besar-besaran di Kantor Pelindo Semarang beberapa waktu lalu.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close