Pengacara APBMI Desak Dirut Pelindo III dijadikan Tersangka



Pengacara APBMI Jateng, Dedy dan Aan
Pengacara APBMI Jateng, Dedy dan Aan



Semarang, jantramas.com- Setelah melakukan analisa putusan majelis hakim atas praperadilan yang diajukan oleh GM PT Pelindo III Semarang, Tri Suhardi, maka  Pengacara  DPW Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Tengah menilai putusan majelis hakim tersebut  hanya sebatas menguji sah tidaknya penetapan tersangka oleh penyidik Polda Jateng. Dan dalam putusan itu tidak menyatakan sah tidaknya aktivitas bongkar muat. Bahkan  Hakim hanya menyatakan bahwa yang bertanggungjawab terkait bongkar muat yang dilakukan oleh  GM PT Pelindo III Semarang, ‎adalah direksi utama PT Pelindo III .


"Makanya dalam hal ini  ‎harus ada tersangka baru dalam kasus bongkar muat  tanpa izin di Pelabuhan Tanjung Mas sebagaimana petunjuk hakim  yang harus dijadikan tersangka yaitu direksi utama PT Pelindo III berpusat di Surabaya ," ujar salah seorang Pengacaranya Aan di Kantornya.


‎Hal senada pun dijelaskan rekan pengacara lainnya, Dedy bahwa  putusan praperadilan pada 28 Juni 2016 lalu tidak menghentikan proses penyidikan yang dilakukan oleh Polda Jateng atas dugaan melawan hukum bongkar muat tanpa ijin sebagaimana dimaksud pasal 290 jo pasal 30,31, dan 32 UU No. 17 tahun 2008 tentang pelayaran. Dan putusan tersebut justru menegaskan  bahwa serangkaian tindakan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polda Jateng sudah benar. ,” itu  tercantum dalam pertimbangan hakim dalam putusannya.‎


di halaman 77 paragraf 5  berbunyi bahwa dengan demikian, yang seharusnya bertanggung jawab dan menjadi tersangka adalah bukan pemohon,  tetapi Direksi Utama sebagai yang bertanggung jawab mewakili PT. Pelindo III (Persero) di dalam dan di luar pengadilan,” ujarnya.


Ditambahkannya dalam hal ini mengandung pengertian bahwa secara langsung penyidik Polda Jateng diberi petunjuk oleh pengadilan untuk menetapkan Dirut PT. Pelindo III yang berpusat di Surabaya  sebagai tersangka,” Makanya kami mendesak penyidik Polda Jateng agar menindaklanjuti putusan majelis hakim untuk menetapkan tersangka Dirut PT Pelindo III,” imbuhnya.


‎Ditempat terpisah GM PT Pelindo III Semarang, Tri Suhadi saat dikonfirmasi terkait bakal adanya tersangka baru dalam kasus dugaan bongkar muat illegal sebagaimana Putusan Majlis Hakim PN Semarang, justru Ia meminta agar tidak ada tersangka lainnya,” Saya pikir tidak ada yang perlu jadi tersangka, karena pertimbangan hakim sudah jelas dan aturannya sudah jelas,” ungkapnya melalui pesan singkatnya.


Dalam Pantauan Media ini, memang  Pengadilan Negeri (PN) Semarang telah menjatuhkan putusan pada 28 Juni 2016 dengan surat putusan Nomor 6/Pid.Prap/2016/PN.Smg yang putusannya error in persona ,sehingga tersangkanya mengarah kepada Dirut Pelindo III yang berpusat di Surabaya.


Dan sebelumnya dalam gugatan Praperadilan yang  diajukan atas penetapan Tri Suhardi sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng sesuai surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) pada tanggal 22 Mei 2016.


Penetapan Tri Suhardi dilakukan atas laporan Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Tengah yang masuk ke Polda Jateng pada November 2015 lalu. Kemudian Tri Suhardi ditetapkan tersangka atas dugaan pelanggaran Undang-Undang nomor 17/ 2008 tentang angkutan pelayaran.


Diatur dalam ketentuan itu mengenai kegiatan kepelabuhan harus mempunyai Surat Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat (SIUPBM).


Proses penanganan kasus ini hingga disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang cukup memakan waktu panjang dan menyita perhatian Publik Pelabuhan Semarang yang juga telah diajukan ke DPRD Kota Semarang, Ombusmen dan juga Pihak Kementerian Perhubungan RI di Jakarta.


Bahkan pada proses sidang pra Peradilan di PN Semarang pun terus diwarnai dengan aksi unjukrasa para pendukung Polda Jawa Tengah juga sebelumnya sempat terjadi pula demo besar-besaran Para Karyawan PT Pelindo III di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang menolak salah seorang Pimpinannya dijadikan tersangka. (Tim Semarang)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close