Ratusan Warga Demo dugaan Korupsi sapi di Balai Desa Mojoagung

Demo berpusat di Balai desa mojoagung Plantungan kendal


Kendal-JM. Ratusan warga Desa Mojoagung Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal Jawa Tengah melakukan Demo atas dugaan Korupsi Bantuan Sapi di Balai Desa Mojoagung (Kamis, 31/1) .

Menurut Kordinator Aksi, Gatot Prasetyo unjuk rasa yang dilakukan bersama warga Desa Mojoagung lainnya, berkaitan Bantuan Sapi dari pemerintan yang bergulir sejak tahun 2011 hingga 2016 untuk Desa Mojoagung yang berjumlah 61 sapi. Namun kini faktanya hanya tinggal 10 ekor, itupun yang lima ekor hasil pinjaman.

"Aksi damai yang dilakukan warga semata karena adanya ketidakberesan dalam pengelolaan sapi bantuan," ujarnya.

Bahkan Gatot juga menjelaskan bahwa bantuan sapi sedikit demi sedikit habis dan diduga dijual dan dimanfaatkan oleh pemerintah desa yang salah satunya dilakukan oleh Oknum perangkat desa setempat,"

AM selaku Ketua kelompok sekaligus penggagas dan pengusul bantuan sapi harus bertanggungjawab. Karena dalam pelaksanaanya sapi bantuan tersebut dijual tanpa sepengetahuan anggota kelompok, dan hasilnya dibuat bancaan,"imbuhnya.

Selanjutnya tidak sampai disitu, Gatot juga menuturkan sejak 2011 ada bantuan sapi secara bertahap 25 ekor kemudian 9 ekor dan yang terakhir 27 ekor dan semuanya habis terjual. " Semua sapi sudah habis, tidak ada yang tersisa, biasanya jika ada pemeriksaan meminjam dari sapi pribadi warga,"pungkasnya.

Dan ulah AM.ini, Para Pendemo menuntut agar Oknum Perangkat Desa, AM agar segera mengundurkan diri dari jabatanya sebagai perangkat desa. "Warga meminta agar AM mundur sebagai perangkat karena telah menggelapkan dan menjual sapi bantuan," ujar seorang Pendemo.

Sementara itu, Perangkat Desa, AM membenarkan sapi memang dijual karena sakit dan juga alasan lain yang sudah diketahui atau atas persetujuan petugas dari dinas pertanian. "Mekanisme penjualan sapi sudah kami lakukan dan sudah ada berita acaranya karena memang kondisi sapi tidak memungkinkan untuk dipelihara dan tetap dipantau,"ujarnya.

Ditempat terpisah Aktivis Pergerakan Sukorejo , Tirto ,sesuai pengamatan disinyalir telah terjadi penggelapan sapi bantuan pemerintah dengan memanipulasi data, sapi sakit dan saat ada pemeriksaan justru menggunakan sapi pinjaman.,"

Sekarang tinggal etika perangkat saja yang diharap masih dipunyai perangkat agar kasus ini tidak terulang. Beranikah bermubahalah didepan warga," ujarnya.

Dan Tirto juga berharap agar Kasus ini segera ditangani Aparat Penegak Hukum," Kemarin dalam mediasi hadir pihak muspika, harusnya hal ini langsung ditangani agar tdk terjadi kemandulan hukum," imbuhnya.

Dalam Pantauan Media ini memang Demo yang dilakukan Ratusan Warga Desa Mojoagung Kecamatan Plantungan ini tidak seperti biasanya yang dipusatkan di Balai Desa Mojoagung dengan menggunakan Pamlet yang meminta Aparat Hukum untuk menanganinya.

Dan dalam demo tersebut disamping menuntut pertanggunganjawaban bantuan sapi yang diduga dikorupsi, juga terungkap selentingan dugaan adanya pungli dalam Seleksi Penerimaan Carik Desa yang nilainya mencapai puluhan Juta rupiah. (TIM)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close