Gara-gara Kisruh lahan Tol, Warga gerudug Bupati Kendal



PPKOM Kementerian PU RI, Wijayanto
PPKOM Kementerian PU RI, Wijayanto



Kendal-JM News. Puluhan Warga Bangunsari Kendal yang lahannya terkena dampak  Pembangunan Jalan Tol Semarang – Batang menggerudug Kantor Bupati Kendal (Rabu, 18/5) . Mereka datang secara berombongan  dengan dikawal Para Aktifis dan Pengacaranya untuk mengadu kepada Bupati Kendal atas kisruh penetapan harga lahannya yang bakal  digunakan Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang- Batang sebagaimana disampaikan seorang Tokoh Masyarakat Bangunsari, Kyai Almunawar  yang meminta agar Bupati Kendal bisa segera menyelesaikan persoalan warganya sesuai yang diharapkan,” Intinya kedatangan kami kesini ingin mengadu dan mestinya pemerintah harus berpihak kepada Rakyatnya,” tuturnya.

Sedangkan Pengacara Warga Kendal, Agus Surono membenarkan pihaknya telah bertemu dengan Bupati Kendal, Mirna Annisa guna menyelesaikan kisruh tanah warga yang bakal digunakan Proyek Jalan Tol,” Ya semua pihak sudah bertemu Bupati, Insya Allah direspon baik,” ungkapnya.

Sementara itu Pihak PPKOM dari Kementerian Pekerjaan Umum RI, Wijayanto justru kehadiran pihaknya dalam  pertemuan ini guna memastikan besaran nilai jual lahan tanah yang bakal digunakan Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang- Batang yang telah dilakukan tim appraisal  dilapangan dengan warga pemilik lahan tanah,” Jadi disini kami sifatnya ingin mengetahui besaran nilai jual tanah, kalau sudah pasti dan klir , kami akan membayarnya,” ujarnya.

 Selanjutnya Wijayanto pun menjelaskan, jika lahan tanah yang terdampak jalan tol Semarang- Batang itu membutuhkan luasan lahan sebanyak 160 Hektar,”  Ya lahannya 160 hektar, tapi pada tahap sebelumnya kami sudah bisa membayar lahan warga senilai Rp 8 Milyar, “ imbuhnya.

Sebagaimana diketahui Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang- Batang hingga kini masih dalam tahap pembebasan lahan warga yang mencakup  di 27 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di  Kabupaten Kendal. Dan rencananya Pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tol ini  ditargetkan harus selesai tahun ini yang diperkirakan sepanjang 37 kilometer  dengan melewati  Kecamatan Weleri, Ringinarum, Gemuh, Pegandon, Ngampel, Brangsong, dan Kaliwungu Selatan.  Namun penyelesaian pembesan tanah ini tak kunjung usai, bahkan Warga Pemilik lahan sempat melakukan Demo di BPN Kendal juga ada yang diselesaikan di Pengadilan Negeri Kendal. Kemudian yang lain pun juga mengadu kepada Bupati Kendal agar harga tanahnya bisa dibeli dengan harga normal dan wajar  yang berpihak kepada Rakyat.  (Tim Jantramas.com Kendal)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close