Oknum Guru SMKN 4 Brangsong diduga lakukan kekerasan pada para siswanya      

Siswa SMKN 4 Bransong kendal saat mendapat hukuman dari oknum gurunya
Siswa SMKN 4 Bransong kendal saat mendapat hukuman dari oknum gurunya


Kendal- Puluhan siswa SMKN 4 Brangsong Kendal merasa resah dan tidak nyaman masuk sekolah, karena diduga sering mendapat perlakuan kekerasan dari Oknum gurunya berinisial WU.

Bahkan jika ada kesalahan para siswanya disamping mendapat kepretan dari sang guru juga harus membayar denda mulai dari Rp 1ribu mencapai Rp 50 ribuan.

Hal ini terungkap dari penjelasan Kepala Sekolah SMKN 4 Brangsong, Kusdarmanto yang membenarkan adanya tindakan anak buahnya, tapi hal itu dilakukan sebagai tindakan pembinaan disiplin," memang kemarin ada salah seorang wali murid yang tak terima anaknya yang pake celana pensil ke sekolah ,kemudian diberikan sangksi," tuturnya. Namun terkait pungli denda Darmanto mengaku tak tahu menahu, imbuhnya.

Ditempat terpisah Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur merespon kasus kekerasan di sekolah ini dengan langsung memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Kendal untuk memanggil Kepala Sekolah dan oknum guru yang melakukan kekerasan tersebut, tuturnya melalui handphonenya.

Selanjutnya peristiwa ini pun sembat membuat para siswa 1,2 dan 3 jurusan NPI SMKN 4 Kendal melakukan aksi mogok tak masuk sekolah, namun dihari berikutnya Kepala sekolah melakukan mediasi dan musyawarah yang ditempatkan di AULA Sekolah antara Para Siswa dan guru WU.

Dan sebelumnya memang para siswa menuntut agar oknum guru berinisial WU yang diduga sering melakukan kekerasan tersebut agar dipindahtugaskan dari sekolahnya, karena tindakan kekerasannya sudah melampaui batas kewajaran tindakan seorang guru," wah masak celana siswa yang sedang dipakai digunakan untuk mengepel lantai, tidak hanya itu dia juga ringan tangan dan meminta uang denda setiap ada kesalahan para siswanya," ujar seorang siswa yang minta identitasnya dirahasiakan.

Ditempat terpisah Ketua LSM GRPK, Imam Subagyo terus memantau kasus yang bikin malu dunia pendidikan ini, bahkan Ia akan melaporkannya kepada pihak aparat hukum , jika oknum guru tersebut benar-benar melakukan tindak kekerasan kepada muridnya," saya dah ketemu kepala sekolah, tapi ada yang ditutupinya. Makanya hasil temuan ini akan saya laporkan ke aparat hukum," tegasnya. (TIM KENDAL)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close