Siwo PWI Jateng Tetap Optimistis meski Berada di Grup Panas

Kabid media dan Humas KONI Jateng Drs. Darjo Soyat melepas tim sepak bola SIWO PWI Jateng mengikuti turnamen sepak bola SIWO Se- Indonesia di Solo, 12-20 februari 2022


Jantramas - Siwo PWI Jateng berada di grup panas dalam Turnamen Piala Gibran yang berlangsung di Solo, 12-20 Februari.

Dalam tehnical meeting yang berlangsung di Monumen Pers, Sabtu (12/2), Jateng berada di Grup A bersama Jatim, Kalsel, dan Yogyakata.
"Apapun hasil undiannya, Siwo Jateng akan bermain all out," tegas Ketua Siwo PWI Jateng Erwin Ardian selesai ceremony pelepasan Tim Siwo PWI Jateng di Kantor PWI Jateng, Mugas, Sabtu (12/2) sore.
Patut diakui, persaingan di Grup A cukup berat, mengingat Siwo Jatim sudah menjadi langganan juara di Liga Siwo maupun event Porwanas. Adapun DIY pada saat liga silahturahmi November tahun lalu, menjadi tim debutan yang meraih prestasi terbaik.
Untuk Kalsel yang sudah jauh-jauh datang ke Solo, tentunya mempunyai target masuk final.
"Jateng mengakui tim di Grup A memang hebat-hebat. Tapi kita harus tetap optimistis Tim Siwo Jateng bakal juara," tegas Erwin yang disambut tepuk tangan seluruh pemain Siwo Jateng.
Sementara di Grup B dalam hasil undian terdiri atas Solo, DKI Jakarta, Riau, dan Jabar.
Pertandingan pembuka dilaksanakan Minggu (13/2) pagi, antara tuan rumah Siwo Solo melawan DKI Jakarta. "Sore harinya pukul 15.30 Siwo Jateng melawan Jatim,"ujar Wakil Manajer Siwo Jateng Linggarjati usai mengikuti temu tehnik.
Disepakati oleh peserta TM, Tim A bermain sore dan Tim B main pagi. Untuk lapangan yang akan dijadikan turnamen ditunjuk Lapangan Kota Barat dan Sriwedari.
Adapun untuk pergantian pemain, kita ada tujuh pemain cadangan. " Ke tujuh pemain cadangan bisa main semua. Dengan waktu 35 menit kali 2," terang Linggar.
Sementara itu, Panitia Pusat Turnamen Piala Gibran Fatih Chabanto menerangkan, turnamen ini berbeda dengan Porwanas (Pekan Olahraga Wartawan Nasional-red). “Kalau ini khusus sepak bola yang dimulai dari Solo seperti PON.”
Menurutnya, seorang wartawan tak hanya menyampaikan dan menulis berita semata. Namun, harus mampu membangkitkan sport tourism dengan menggali potensi olahraga di daerah mereka masing-masing.
“Seperti yang dilakukan di Solo ini. Mereka mampu, membangkitkan sport tourism di Kota Solo. Baik dari lokasi-lokasi olahraga hingga keterlibatan anggota PWI," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Ronald Seger mengatakan, ajang ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan stadion-stadion standar FIFA yang ada di Solo. Pertandingan dalam turnamen ini rencananya akan dihelat di Stadion Sriwedari dan Kota Barat, Solo. Venue yang juga direncanakan menjadi lapangan latihan saat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun depan.
“Ajang ini sekaligus menjadi tes sebelum penyelenggaraan Piala Dunia," jelas dia.
Terkait dengan protokol kesehatan, seluruh anggota tim baik itu manajer, ofisial, pemain, dan pelatih akan menjalani tes swab sebelum pertandingan. Mereka dites di lokasi penginapan masing-masing.
“Syarat utamanya adalah menunjukkan kartu pers dan diketahui oleh ketua PWI setempat," lanjut dia.
Pihaknya berharap, kalau ajang ini bisa berkelanjutan aturan ke depan akan lebih diperketat. “Yang penting adalah mempererat ajang silaturahmi antarwartawan," katanya.

Penulis : Gunawan Wibisono
Editor : Yani

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close