Miras Oplosan tewaskan 2 orang dan 7 kritis
Kebumen-JM. Diduga usai menenggak miras oplosan, Dua warga Kecamatan Buluspesantren meninggal dunia, sementara 7 orang lainnya harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Soedirman Kebumen Jawa tengah jumat malam (13/01) lalu.
Kedua korban adalah Lutfi Hakim (20), warga Desa Rantewringin, meninggal dunia pada hari Jum’at (13/1) pukul 08.00 WIB dan Majid (19) warga Desa Tambakreja ditemukan meninggal dunia di kamar mandi dirumahnya pukul 20.00 WIB. Berikut adalah, tujuh korban lainnya yang mendapat perawatan di RSUD, yaitu Ngabdi Utomo (24) Alamat Desa Tambakrejo RT 02 RW 02, Dino (18) warga Desa Tambakrejo RT 02 RW 03, Fendi Pradana (16) warga Desa Ayamputih RT 02 RW 02, Samsul (22) warga Desa Rantewringin RT 04, RW 01, Supriyadi alias Tupe (29) RT 03 RW 01, Taufik (19) Desa Ayamputih dan Rahmat alias Memet (19) alamat Desa Tambakreja RT 02 RW 03 Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten kebumen, masih dalam keadaan koma.
Sementara itu Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH bersama Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, SH, MH mengatakan kepada IndonesiaBangkit.Net, kesembilan pemuda melakukan pesta miras. Miras pabrikan yang kemudian ditambahakan bahan lainnya, sudah mencapai angka 70 persen. Selanjutnya menurut keterangan dari para saksi yang dapat dihimpun di lapangan, “ke sembilan pemuda itu diduga telah pesta minuman keras oplosan berupa alkohol 70% yang dicampur dengan minuman penambah stamina dalam kemasan sachet di rumah Majid, “Setelah diminum dua putaran, mereka pindah ke kantor BLKB di Desa Rantewringin. Di kantor itu miras oplosan dihabiskan oleh sembilan orang secara bergilir sampai pagi” papar AKP Willy.
Lanjut AKP Willy, pagi harinya, karena mengeluh sakit, sekitar pukul 06.00 WIB Lutfi Hakim sebenarnya sudah diminta untuk berobat ke rumah sakit namun tidak mau. Karena tidak segera mendapat perawatan medis, akhirnya Lufti Hakim meninggal dunia di rumahnya. Pada pukul 20.00 WIB, giliran Majid menyusul meninggal dunia. Majid ditemukan di kamar mandi rumahnya dalam keadaan tidak bernyawa. “Sedangkan ketujuh orang lain nya masih terselamatkan karena segera mendapatkan perawatan medis” ucap AKP Willy.
Kapolres Kebumen sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu dan menghimbau masyarakat Kebumen untuk berhenti mengkonsumsi minuman keras. Apalagi yang dioplos sendiri karena sangat berbahaya. ” Hentikan kebiasaan mengkunsumsi miras karena tidak ada manfaatnya, ” tegas AKBP Alpen kepada IndonesiaBangkit.net. (Daniel-Wartawan Kebumen)

LAKA ADU BANTENG, MOTOR VS MOBIL 1 ORANG TEWAS
Purworejo-JM. Sabtu 14 Januari 2017 sekitar pukul 10.15 wib terjadi sebuah kecelakan mobil melawan sepeda motor. Kejadian terjadi di jalan Daendels tepatnya di depan toko bangunan Kalisari, Desa Munggangsari Kec. Grabag Kab. Purworejo.
Menurut saksi mata, kejadian tersebut bermula saat pengemudi mobil Toyota Fortuner dengan bernomor AB-1142-DJ. Dari informasi yang IndonesiaBangkit.Net himpun kendaraan naas tersebut dimiliki Aan Darmawan Nurgroho dan melaju dari arah timur ke arah barat (Yogyakarta ke arah Banyumas).
Namun tanpa disadari sebuah sepeda motor yang dikenari oleh Fari Multasih melaju dari arah depan dan membelok ke arah kanan secara mendadak. Akhirnya kecelakaan tidak dapat dihindari dimana pengemudi motor mengalami luka dibagian kaki dan penumpang bernama Sahati terhempas dan meninggal dunia di lokasi kecelakaan.
Kecelakaan ini di konfirmasi oleh AKP Johan Valentino S.I.K selaku Kasatlantas Polres Purworejo Jawa Tengah. Jajarannya langsung melakukan olah TKP serta mengatur arus lalu lintas yang sempat macet karena banyak pengendara lain yang lewat TKP melambatkan lajunya. (Daniel-Purworejo)

DUA WISATAWAN TEWAS, DIHUTAN PINUS GUNUNG PAYUNG MAGELANG
( Magelang-JM) Dua wisatawan tewas secara mengenaskan, setelah tertimpa pohon besar yang bercampur dengan angin kencang, saat berteduh di dalam mushola di lokasih wisata hutan pinus gunung payung magelang jawa tengah jumaat sore, (13/01)
Tangis harupun pecah dikelopak mata khoirul, saat melihat istrinya, Titi Intan sari tewas, khoirul merupakan suami dari titi intan sari,titi intan sari tewas secara mengenaskan, akibat tertimpa pohon beser yang disertai angin tersebut.di dalam moshola di objek wisata hutan pinus gunung payung, tepatnya didusun pujan, desa bawang, kecamatan tempuran magelang. Titi Intan Sari dan Vina kurotulani tewas tertimpa pohon besar yang tumbang akibat dihempas angin kencang dilokasih tersebut.
Menurut saksi mata dilokasi, Surahman,”kejadian hingga menewaskan Dua wisatawan tersebut berawal, saat itu kedua korban besama 5 orang lainnya, yang merupakan masih 1 keluarga,” Mereka berwisata kehutan pinus yang berada dilereng gunung payung pada jumaat siang.saat itu dikawasan hutan pinus gunung payung diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang.

Kedua korban tersebut bermaksud untuk berteduh didalam sebuah mushola, sedang 3 orang lainnya, berteduh disebuah loket wisata, tanpa diduga sebuah pohon pinus besar tumbang dan menimpang mushola dan loket tersebut. Sehinggah kedua orang yang ada didalam musholah teraebut, tewas mengenaskan akibat tertimpa pohon pinus tersebut”jelasnya.sementara 5 orang lainnya selamat Dari maut.
Semetara itu, aparat kepolisian yang dibantu tim sar dan warga lainnya, membawa kedua korban setelah mendapat laporan dari warga yang ada dilokasih wisata alam tersebut.dari hasil periksaan petugas medis, Emi Sukmayati petugas medis, menjelaskan pada IndonesiaBangkit.net,”kedua korban tewas akibat tertimpa pohon di bagian kepala dan dada, sehingga korban bisa tewas dalam seketika dilokasih kejadian”jelasnya. Kedua korban kini masih berada di kamar jenazah rumah sakit umum tidar magelang. Rencananya korban akan dilakun visum terlebih dahulu yang kemudian korban dibawa kerumah duka, musibah ini masih dalam penangan pihak polres magelang jawa tengah.*Daniel-Wartawan Magelang.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close