Agus atasi langsung Banjir di Perumahan Dinar Indah Semarang

Semarang- JM. Belum surut banjir akibat jebolnya Banjir Kanal Timur (BKT) yang sempat menggenangi 4 (empat) Kelurahan di Kota Semarang, kini giliran tanggul yang terletak di Kawasan Perumahan Dinar Indah Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang yang jebol dan menggenangi ratusan rumah di kawasan meteseh (Rabu malam ,15/2). Dan endapan lumpur pun dilokasi bencana sempat menutup akses jalan ke Pemukiman. Namun bencana banjir yang datang silih berganti ini direspon cukup baik oleh Pihak Pemerintah Kota Semarang. Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Agus Harmunanto yang langsung turun dilokasi bencana bersama pasukannya untuk segera mengatasi bencana banjir ini,” Kami dapat informasi ada bencana, dan langsung dengan teman-teman ke lokasi untuk antisipasi dini,” ujarnya.
Bahkan yang dilakukan Agus dilokasi bencana juga memberikan bantuan logistik kepada para korban banjir,” Kami telah memberikan arahan kepada seluruh personil dilapangan agar segera membantu para korban dan memberikan logistik.Karena Banjir saat ini menimpa 17 kelurahan di Kota Semarang, termasuk bencana tanah longsor,” imbuhnya.
Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun meninjau lokasi Banjir dimulai dari Banjir Kanal Timur (BKT), Pasar Waru, Tanggul Kali Babon dan Tanggul Indah Sari Meteseh Kecamatan Tembalang. Peninjauan ke lokasi bencana tersebut disamping didampingi Para Pejabat Propinsi Jawa Tengah juga didampingi Kepala BPBD Kota Semarang. Agus Harmunanto yang terus berkeliling mengechek kondisi Bencana yang ada di Kota Semarang.
Sebagaimana Pantauan Media ini, Banjir yang melanda Perumahan Dinar Indah Blok 7 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Rabu malam, saat ini masih . menyisakan lumpur yang menutupi akses jalan menuju pemukiman. Kemudian untuk membersihkan sisa lumpur tersebut telah didatangkan dua unit mobil pemadam kebakaran dengan cara menyemprotkan air. Dan truk penyedot air dari PDAM Kota Semarang pun dikerahkan guna normalisasi pemukiman yang menimpa 41 kepala keluarga tersebut . (Tim Semarang)
.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close