Batalyon 400 Banteng Reider (BR) Semarang Launching SSB Djatayu

Jantramas - Pelepasan ratusan balon warna warni dilengkapi tulisan SSB Djatayu menandakan peresmian dibukanya SSB Djatayu, di Lapangan Batalyon 400 Banteng Reider, Senin (11/4).

"Balon yang kami lepas berjumlah 400 sesuai dengan Batalyon kami. Berkat rida Allah SSB Djatayu resmi dibuka, semoga SSB yang kita cintai ini terus berkibar dan menjadi bagian mewujudkan kemajuan pesepakbolaan di Tanah Air," kata Wadan 400 Reider (BR) Mayor Inf Arief Rahman Hakim, sembari melepas ratusan balon yang disambut tepuk tangan para tamu undangan dan anak-anak SSB. Usai pelepasan balon diteruskan dengan pemotongan tumpeng, sebagai wujud syukur. Acara dilanjutkan dengan pertandingan eksebishi antara SSB Djatayu dan Bhaladika untuk kelompok umur KU 10, KU 12 dan KU 14.

Menurut Wadan, pendirian SSB Djatayu sebagai bentuk kepedulian BR terhadap perkembangan sepak bola usia dini di Kota Semarang. Termasuk memfasilitasi sebagian anak- anak di lingkungan kompleks yang tadinya ikut SSB di luar asrama. Mereka kini bisa berlatih di SSB sendiri.
"Kami mempunyai fasilitas lapangan, dari sini muncul inisiatif kenapa tidak membuka SSB. Alhamdulillah belum genap sebulan diumumkan yang mendaftar sudah mencapai 80 anak dibagi tiga kelompok umur," terangnya.
Harapannya, agar SSB Djatayu bisa cepat maju dan bersaing dengan SSB yang sudah mapan seperti Undip, Tugu Muda, Bhakadika, dan Terang Bangsa. Untuk itu, pihaknya akan memberikan discount khusus bagi anak anak yang mempunyai skill individu bagus. Salah satunya mereka akan mendapatkan seragam gratis, bebas uang pendaftaran, dan potongan 50 persen iuran bulanan.
"SSB Djatayu dilengkapi tim pelatih yang kaya pengalaman dan berlisensi akan menjadi daya tarik sendiri bagi orang tua untuk mendaftarkan anaknya di SSB kami," terang Arief.
Untuk latihan dijadwalkan seminggu tiga kali, yakni Senin, Rabu, dan Minggu. Adapun untuk komposisi Pelatih Kepala Hengky Siegers lisensi C AFC dibantu Coach Renaldi guru olahraga, alumni Unnes Coach Abdul Noh, dan Coach Helmi masing-masing berlisensi D.
Coach Henky Siegers yang juga pernah membela Timnas dan BPD Jateng mengungkapkan, kepelatihan yang bakal dijalankan akan menyesuaikan prosedur yang sebenarnya dan profesional. Dimana untuk melatih anak-anak usia dini akan fokus pada teknik dasar bermain bola baru meningkat ke skill individu.
" Anak yang baru bermain bola tidak boleh bosan melakukan passing dan control. Latihan fisiknya pun harus dengan bola, di KU 10 dan 12 yang dibentuk skill bukan membentuk tim, " terang Hengky.
Termasuk peran orang tua, akan dibatasi cukup di luar lapangan. " Selama di lapangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab tim pelatih. Pengalaman yang terjadi orang tua siswa ikut masuk ke ranah pelatih, ini yang menjadikan kacau. Di SSB Djatayu hal ini tidak akan terjadi," tegasnya.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close