BNN Jateng tangkap Mahasiswa Semarang

 

kepala BNN Jateng saat jumpa pers dikantor Semarang
kepala BNN Jateng saat jumpa pers dikantor Semarang


Semarang-JM. Badan Narkotika Nasional ( BNN) Jawa Tengah telah menangkap seorang Mahasiswa Semarang yang diduga terlibat jaringan Narkotika Indonesia Belanda pada 26 Maret 2018 lalu.

Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala BNN Jateng, Tri Agus Heru yang menjelaskan penangkapan ini bermula dari informasi dari Bea Cukai Semarang atas adanya kiriman paket barang yang diduga berisi narkotika ," Tersangka CPI kami tangkap di Warung angkringan jalan Tirta Usodo Timur Banyumanik sekira pk 21.30 Wib, ternyata seorang mahasiswa di Semarang," ungkapnya dalam jumpa pers. ( Rabu,4/4).

Dan Heru juga memaparkan hasil pemeriksaannya ditemukan barang bukti dari tasnya berupa 1 (satu) amplop putih berisi plastik yang didalamnya terdapat 9 (sembilan) butir narkotika jenis ekstasi MDMA Warna hijau dengan logo tiga berlian," Tersangka memesan barang tersebut melalui dark web seharga Rp 800 ribu dengan menggunakan bit coin, ini modus baru," imbuhnya.

Selanjutnya Kepala Bea dan Cukai Tanjung Mas Semarang, Tjerja. KA menjelaskan terbongkarnya kasus ini berawal dari adanya paket kiriman tertanggal 12 Maret 2018 yang terlacak lewat controled delivery yang isinya diduga mencurigakan, " Pengirimnya anonim dari Nederland, makanya selama 15 hari dilacak mas," ungkapnya.

Kemudian atas kasus ini, Tjertja pun mengaku prihatin, karena telah melibatkan Mahasiswa," Pelakunya Mahasiswa Semester akhir di Perguruan terkenal di Semarang, kami prihatin para seniornya aja begini, lalu bagaimana dengan mahasiswa lainnya," tandasnya.

Ditempat terpisah Wakil Ketua Pergerakan Anti Nafza Nusantara Amarta ( PANNA) Jawa Tengah, Rahmat Da'wah mengapresiasi atas keberhasilan BNN Jateng yang telah membongkar jaringan Narkoba Indonesia Belanda yang melibatkan Mahasiswa," Kerjasama yang baik antara BNN Jateng dengan Bea cukai harus terus dilanjutkan. Karena saat ini jalur peredarannya trendnya melalui laut," ujarnya.

Dan Rahmat pun menegaskan pihaknya dalam menjalankan peran sertanya da lam pemberantasan Narkoba akan terus dilakukan sesuai peraturan perundangan yang berlaku," Kami khan hanya bagian dari Masyarakat yang peduli untuk pemberantasan Narkoba, dan endingnya di Aparat Penegak hukum," tegasnya. Diketahui tersangka CPI merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan Undip Semarang.

Dan kasus ini menjadi bukti, bahwa Pelajar / Mahasiswa pasar empuk peredaran Narkoba Internasional. Karena sesuai data pada tahun 2017 penyalahgunaan narkotika dikalangan Mahasiswa/Pelajar di Jawa Tengah mencapai 27 persen dari total 500 ribu secara Nasional dengan angka prevalensi 11 persen," Makanya kasus ini akan kami kembangkan , adakah keterlibatan para pelaku serta mahasiswa lainnya," pungkas Heru.

( Tim Jantramas.com)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close