Bulan Puasa, Bandungan sepi pengunjung

penggiat hiburan, Bandungan Catur
penggiat hiburan, Bandungan Catur


Ungaran- Paska diberlakukannya regulasi Bupati Kabupaten Semarang selama 4 ( empat) tahun berturut-turut terkait Penutupan Hiburan selama Bulan Suci Ramadhan di Bandungan, maka secara otomatis para pengunjungnya pun drastis kian berkurang dan nampak sepi. Hal ini sebagaimana diungkapkan Pegiat Hiburan Bandungan, Catur yang mengakui pihaknya hanya bisa menerima saja aturan yang telah dibuat Pemerintah Kabupaten Semarang ," Ya mau bagaimana lagi , kami harus taat aturan pemerintah. Dan sudah 4 ( empat) tahun ini kami mentaatinya," ungkapnya kepada Media ini. ( Sabtu ,19/5). Dan Catur pun memaparkan, jika pada Malam-malam selain Ramadhan hampir semua pengusaha hiburan di Bandungan beroperasi tiada henti, seolah Bandungan tak pernah tidur selama 24 ( dua puluh empat ) jam,," Disini ada ratusan Hotel, Tempat Karaoke, Panti serta ribuan para pramuhibur yang semuanya mengadu nasib disini. Kalau jelang malam ribuan lalu lalang pengunjung ramai kayak pasar malam mas," imbuhnya . Sementara Itu salah seorang Pemantau Dunia Hiburan , Rekso menilai kepatuhan para pengusaha hiburan di Bandungan harus diapresiasi, karena mereka sudah turut serta menghormati bulan suci Ramadhan dengan pengorbanannya tanpa meraup penghasilan selama sebulan," ini contoh yang bagus bagi daerah lainnya yang terkesan kucing-kucingan dengan aparat , coba pengorbanan mereka kalau dihitung secara materi sudah berapa tuh," ujarnya. Dan sebagaimana diketahui Penutupan Tempat Hiburan di Bandungan selama Bulan Puasa ini berdasarkan Surat Edaran Bupati Kabupaten Semarang Nomor: SE.556.1/1329/2018 tertanggal 2 Mei 2018 yang ditandatangani langsung Oleh dr. Munjirin selaku Bupati Kabupaten Semarang. Dan memang dalam Pantauan Media ini , lokasi wisata andalan Jawa Tengah yang terkenal dengan destinasi Wisata Alam dan Wisata Malamnya ini nampak sepi tak ada hingar bingar para penghuninya, apalagi tak terdengar dentuman musik yang biasa mengalun setiap malam. Kemudian para pengelola hiburan nya pun dengan segala kemampuannya mengupayakan para pramuhibur yang belum pulang kampung dialihkan untuk mengikuti aktivitas keagamaan dilingkungan sekitarnya diantaranya ikut pengajian dan taraweh ,"Disini ada 1500 an pramuhibur , dan biasanya mereka pulang kampung H-5 Lebaran, makanya mereka harus ada alih aktivitas agar tetap produktif ," pungkas Catur. (*)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close