Fadli Jon akan tindaklanjuti aduan Korban Tol

IMG-20180504-WA0001Kendal-JM. Wakil Ketua DPR RI, Fadli Jon berjanji akan menindaklanjuti aduan Para Korban Penggusuran Proyek Tol Batang-Semarang. Hal ini sebagaimana disampaikannya saat menerima Rombongan Ketua DPRD Kendal di Gedung DPR RI Senayan Jakarta. ( Kamis, 3/5). ," Kami mengapresiasi kedatangan para korban tol, dan besok akan kami sampaikan ke Kementerian PUPR dan ATR/BPN," ujarnya. Sementara itu Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono menyatakan bahwa Sesungguhnya masyarakat Kendal tidak keberatan dengan adanya pembangunan nasional Tol, " tetapi jangan sampai berdampak pada kesengsaraan masyarakat Kendal," ujar Prapto disela-sela sambutannya. Bahkan Prapto pun bertekad dalam memperjuangkan para korban jalan Tol ini sampai ke Presiden, makanya semua Fraksi sebanyak 16 orang turut juga mendampingi mereka," Surat ke Presiden pun sudah kami kirim, dan semoga tuntutan Rakyat kami segera dipenuhi," imbuhnya. Sementara Itu Sekjen Serikat Petani Indonesia (SPI), Ruslan menyesalkan Pihak Panitia Pembebasan Lahan Tol yang kurang sosialisasi dan sepihak dalam menentukan besaran harga ganti rugi tanah serta banyak kejangalan dalam pengukuran lahannya," Mereka kurang partisipasif dalam menangani masalah ini, sehingga banyak masalah yang merugikan para petani," ujarnya. Dan Ruslan juga memaparkan hasil pemantauannya sejak Tahun 2015, bahwa pelaksanaan pembebasan tanah untuk proyek jalan Tol Pantura banyak memunculkan permasalahan," ada kesalahan dalam pengukuran luasan tanah sesuai sertifikat BPN, juga penentuan harga tanah. Masak harga tanah yang medannya jurang disamakan harganya dengan tanah permukiman," tandasnya.
Dalam Pantauan Media ini, memang permasalahan kasus tanah akibat proyek pembangunan jalan Tol di Pantura Jawa Tengah ini cukup seksi dan telah menjadi perhatian banyak pihak yang berkepentingan. Dan kasus penggusuran rumah 144 Kepala Keluarga ( KK) dari 9 (sembilan) Desa di Kabupaten Kendal ini merupakan bukti aktual, betapa Rakyat telah jadi korban atas proyek yang diduga sarat berbagai kepentingan tersebut," Rumah kami hasil kerja TKW diluar Negeri kini sudah digusur, kami sekeluarga harus tinggal dimana, sedangkan anak kami harus sekolah. Untung saja kami bisa menginap di Gedung Dewan Kendal. Mohon tuntutan kami dipenuhi," ungkap seorang Korban Tol Suryati di Gedung DPR RI. (Tim )

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close