Hakim Roro Endang santuni tergugat Rp 5 juta.

Hakim yang Mulia, Hj Roro Endang, SH, MH.
Hakim yang Mulia, Hj Roro Endang, SH, MH.


Blora-JM. Suasana Sidang Perdata antara Penggugat pihak BPR Blora yang menggugat Siti Aminah, karena tak mampu membayar utangnya yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Blora (Senin, 31/7) berlangsung mengharukan. Karena menyaksikan peristiwa langka yang patut dijadikan teladan bagi para hakim lainnya yaitu ketika Ketua Majlis Hakim, Roro Endang justru menyantuni tergugat, Siti Aminah yang terlilit hutang dan digugat pihak Bank Perkreditan Rakyat ( BPR) Blora sebesar Rp 5 Juta.," Sungguh mulia sikap bu Hakim, semoga bisa diteladani," ungkap seorang pengunjung sidang. Menurut Panitera Muda PN Blora, Mudhofar memang keseharian bu Hakim selama ini baik dan kredibilitas di Lingkungan PN Blora," Bu Hakim baik Mas," tuturnya. Selanjutnya sebagaimana diungkapkan Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen dan Swadaya Masyarakat (LPKSM) Putra Lawu, Satiman yang setia mendampingi kliennya mengatakan perkara ini dibawa ke meja hijau yaitu berawal dari gugatan dari BPR Blora terkait utang Siti Aminah sebesar Rp 40 jt, dimana kliennya belum bisa membayar, karena mengalami musibah kecelakaaan dan sakit tumor yang dideritanya ," Namun sebidang rumah yang diagunkannya, tiba-tiba akan dilelang BPR. Dan akhirnya berujung di Pengadilan ini," ungkap Pria yang juga pensiunan Polisi Militer ini kepada Media ini. Sementara itu tergugat Siti Aminah di persidangan pun menceritakan secara gamblang peristiwa yang dialaminya sejak terjadi kecelakaan lalu lintas di Purwodadi hingga dihinggapinya penyakit tumor yang harus merelakkan dirinya dirawat di Rumah Sakit cukup lama, sehingga utangnya ke BPR Blora yang mestinya diangsur setiap bulannya jadi terbengkalai. Padahal selaku Ibu Rumah tangga, Siti Aminah juga masih harus menanggung biaya 5 (lima) orang anggota keluarganya, termasuk Ibu kandungnya yang telah tua renta," Ya pada persidangan sebelumnya, saya siap mencicil utangnya Rp 2,7 juta per bulan. Tapi nggak mampu, makanya kesini," ungkapnya. Namun yang membuat kaget Siti Aminah, justru sepetak rumah yang terletak di Jalan Gatot Subroto No.46A Blora yang telah diagunkannya akan dilelang pihak BPR," Rumah yang diagunkan itu belum dibagi warisnya, makanya kaget akan dilelang BPR," imbuhnya. Kemudian setelah mendengarkan cerita pihak tergugat tersebut, Hakim Roro Endang pun tak mampu menahan harunya, sehingga secara spontanitas memberikan santunannya yang totalnya mencapai Rp 5 Juta dari uang pribadinya yang diserahkan di 2 (dua) persidangan yaitu Rp 1 juta pada sidang jumat, 28/7 lalu dan ditambah lagi Rp 4 Juta di Sidang ( Senin,31/7). Menurut Hakim Roro Endang hal ini dilakukannya semata-mata untuk ikut mengurangi beban berat Ibu Siti Aminah ," Orang berhutang berkewajiban membayar, hukumnya dunia sampe akherat, namun kalau belum punya dan memang dalam keadaan sulit ekonominya maka pihak yang dihutang harus memberikan tenggang waktu untuk memberi kesempatan kepada penghutang mencari uang untuk membayar, apabila terpaksa tidak mampu membayar karena siatuasi keadaan, maka harus diikhlaskan ," tutur Hakim di persidangan. Dan kejadian langka yang mengharukan ini disaksikan para pengunjung sidang, ternasuk perwakilan dari BPR Blora yaitu Yayuk dan Andhik. Diketahui Siti Aminah seorang ibu yang mempunyai usaha cetak batako ini telah meminjam uang ke BPR Blora sebesar Rp 40 juta dengan agunannya berupa sepetak rumah di Jalan Gatot Subroto Blora sekira Tahun 2014. Kemudian sesuai perjanjiannya Ia pun mengangsur sebagaimana biasanya, namun beberapa waktu lalu Siti Aminah mengalami musibah laka lantas dan mengidap penyakit Tumor yang harus lebih lama dirawat di Rumah Sakit. Sehingga otomatis kewajiban angsurannya pun terbengkalai berbulan-bulan dan rumah warisannya pun terancam dilelang pihak BPR Blora yang berujung digugat di PN Blora. Selanjutnya berkat ketulusan Bu Hakim yang telah menyantuni tergugat Siti Aminah , nampaknya p pihak penggugat pun dari BPR Blora mengurungkan niatnya untuk terus menggugat Siti Aminah dan sepakat melakukan mediasi dengan kewajiban pihak Siti Aminah agar membayar Down Payment ( DP) sebesar Rp 5 Juta, kemudian dilanjutkan membayar angsuran sebesar Rp 500 ribu hingga 3 (tiga) kali angsuran dan dilanjutkan angsurannya hanya sebesar Rp 1 juta setiap bulannya hingga lunas dengan total Rp 40 juta. ," Memang baru kali ini Tuhan menolong hamba-NYA melalui Wakilnya di Bumi," gumam seorang teman saat menulis berita ini (Tim Media Blora)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close