Inovasi Desa,bebaskan Kendal dari Desa Tertiggal.

IMG-20181116-WA0002Kendal- JM. Gelaran Bursa Desa Inovasi di lapangan Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri' Kabupaten Kendal (Rabu, 14/11).
Dan ada 8 desa yang dinyatakan sebagai desa mandiri dan 2 desa masuk 100 desa inovatif terbaik di Indonesia yaitu Desa Karangdowo dan Nawangsari.

"Kabupaten Kendal pada tahun 2018 ini, sudah dinyatakan bebas desa tertinggal, padahal pemerintah pusat menargetkan Indonesia bebas desa tertinggal itu pada tahun 2020 mendatang, jadi Kabupaten Kendal bisa lebih cepat” kata Kepala Dispermasdes Kabupaten Kendal, Subaedi.

Menurut Subaedi lagi, Pememerintah Kabupaten Kendal, juga memberikan penghargaan kepada Desa Bringinsari Kecatan Sukorejo sebagai Desa Inovasi yang telah membuat Perdes tentang larangan menjual Miras.
Sementara itu, Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari juga mendapat penghargaan desa Inovasi bidang pemberdayaan usaha ekonomi desa. Karena
Desa Tambaksari ini pada APBDes 2018 yang terbesar mengalokasikan anggarannya untuk program pemberdayaan masyarakat, sebesar 8 persen lebih.

“Selama tiga tahun, Dana Desa bergulir anggarannya 98 persen digunakan untuk pembangunan fisik, sedangkan yang 2 persen untuk program pemberdayaan masyarakat,"imbuh Subaedi.
Sedangkan
Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa,MSi menegaskan dengan digelarnya Bursa Desa Inovasi ini, diharapkan antar desa bisa saling berbagi ilmu, saling interaksi atau saling membagi program.

Selain itu, juga bisa meniru atau mengadopasi inovasi dari desa lain untuk diterapkan di desanya.

"Saya berharap, agar kegiatan seperti ini bisa terus berjalan, sehingga satu sama lain saling mengisi untuk bersama-sama memajukan desa," ujarnya.
Bahkan Mirna juga sangat mengapresiasi kepada para kades yang telah bekerja maksimal dalam memajukan desanya masing-masing, karena para kades inilah yang selama ini sebagai ujung tombak dalam memajukan desa.
Selanjutnya Kepala Dispermades Dukcapil Provinsi Jateng Suharyanto mengatakan bahwa, banyak potensi luar biasa yang ada di desa-desa.
"Dengan banyak potensi tersebut, pihak desa bisa bergerak demi memajukan desanya sehingga menjadi potensi yang berdaya guna,"ujarnya.

Dan Suharyanto juga berharap, inovasi tersebut bisa terus berjalan dengan baik mengikuti perkembangan zaman.(TIM)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close