Janda Tua hidup di Gubuk Reyot tanpa perhatian ?

Purworejo-JM. Tidak selamanya adagium, banyak anak bakal banyak rezeki itu benar. Nyatanya Latifah seorang janda (54) yang beranak pinak hingga mempunyai 6 (enam) anak hingga kini belum merasakan balas budi anak-anaknya, bahkan kini hidupnya seorang diri tanpa ada satu pun dari Anak Kandungnya yang peduli atas ratapan kehidupannya. Janda Latifa kini hanya bisa pasrah menghuni seorang diri digubuk yang sudah mau ambruk, di desa sendangsari Rt 03/04 Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo Jawa tengah. Menurut tetangganya, Nurhayati merasa prihatin atas nasib Latifah, karena untuk mencukupi kebutuhan hidupnya Ia harus bekerja keras dengan turut menjadi kuli anyaman besek yang pendapatannya hanya sebesar Rp 5000,- setiap harinya,” Saya turut prihatin atas nasib yang menimpa bu Latifah, padahal Ia mempunya enam anak. Koq gak ada yang perhatian,” ujarnya.
Ditambahkan Nurhayati, memang selama ini anak-anaknya sudah meninggalkan Ibu Latifah seorang diri dan sudah banyak yang berkeluarga, namun yang disayangkan koq anak-anaknya tidak ada yang peduli atas nasib Ibunya,” Mereka sudah pergi jauh dan tak ada perhatian,” imbuhnya.
Dalam Pantauan media ini, kehidupan Ibu Latifah selama ini hanya mengandalkan belas kasihan para tetangganya dan sedikit Ia pun hanya bisa mendapatkan penghasilan sebagai buruh anyaman besek yang ada ditengganya. Sedangkan anak-anaknya yang berjumlah enam orang hingga kini entah raib kemana yang tidak menunjukkan adanya kepedulian atas nasib kehidupan Ibunya yang hidup setiap harinya di Gubuk Reyot yang bisa membahayakan penghuninya. Dan perhatian dari Pihak Pemerintah setempat pun nampaknya belum juga kunjung datang , seolah Negara tidak peduli atas Nasib Fakir miskin, anak terlantar dan para lansia yang menimpa seperti Ibu Latifah ini. (Daniel-Wartawan Purworejo)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close