Jual Besi Beton Palsu, diganjar Rp 25 Juta

Yogyakarta- JM Dua orang terdakwa pemalsuan merek besi beton LL, AgusS dan NT oleh Jaksa Penuntut Umum (Jpu) Jumadi SH dituntut denda Rp 25 (dua puluh lima juta rupiah) subsider 4 (empat) bulan yang dibacakan di depan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Kamis (2/2/2017) lalu yang di ketuai Ayun Kristanto SH. Kedua orang terdakwa itu menurut Jpu telah bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 94 Undang-Undang RI Nomor.5/2001. Dan menanggapi tuntutan tersebut dua orang terdakwa ini langsung menerima, bahkan ketika oleh Majelis hakim untuk memberikan kesempatan mengajukan pembelaan maupun keringanan terkait tuntutan dari Jpu merupakan hak terdakwa dan kedua terdakwa ini tidak mengajukan." saya menerima dan tidak minta meringanan." kata terdakwa Agus S, dan Jaksapun tetap pada tuntutannya. Seperti diketahui sebelumnya dan juga di beritakan Transaktual waktu lalu. Bahwa kedua terdakwa Agus S dan NT telah diajukan di persidangan karena didakwa telah memalsukan merek besi beton LL yang dilaporkan oleh Soejono manager PT Tunggal Jaya Steel produksi merek besi beton yang dipalsukan oleh kedua terdakwa. Sedangkan pemalsuan itu diketahui menurut Soejono dalam memberikan kesaksinyadalam sidang, ditemukan pada tangal 11 Mei 2015, yang peredaran produk besi beton palsu itu telah ditemukan di wilayah Kalasan Sleman Yogyakarta. Dan terungkapnya peredaran berawal banyak yang komplain oleh konsomen yang biasa mengambil produk merek LL terkait kwalitas dengan produk yang asli yang sudah SNI. sedangkan yang beredar bukan produk SNI serta dibawa standar dengan harga yang lebih murah dari yang aslinya. Sementara itu terkait denga tuntutan Jpu, Soejono sebagai pelapor dan korban dalam pemalsuan merek beton itu, merasa heran dengan pasal yang di kenakan pada terdakwa dalam tuntutannya karena dalam pasal tersebut bukan pemalsunya namun pasal peredaran yang artimya kedua terdakwa tidak terbukti melakukan pemalsuan dan hanya mengedarkan,lalu siapa yang memasulkan merek besi beton LL dalam perkara ini. " Kalau tuntutanya hanya denda dan sebesar itu, saya kira banyak yang mau jadi terdakwa untuk melakukan pemalsuan merek. karena dengan bayar denda sudah selesai perkara dan kembali melakukan pemalsuan lagi." ungkap Soejono yang didampingi Fauzi Hadiyatulah manager produksi Tunggal Jaya, pada puluhan wartawan dalam jumpa pers seusai sidang tuntutan dua terdakwa. Ditempat terpisah sebelumnya seusai keluar dari ruang sidang Jumadi SH ketika untu mempertanyakan pasal yang terapkan pada kedua terdakwa Agus S serta NT dalam membacakan tutuntnya mengungkapkan, bahwa semua belum final karena masih ada sidang lagi."ini kan baru tuntutan belum final masih selanjutnya masih ada sidang." katanya pada Delikhukum. (Wartawan- Agung)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close