Kendal Zona Merah, Para Pelanggar Protokol Covid 19 Bakal Disanksi

 Kendal- JM. Bupati Kendal selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten dalam mensikapi situasi dan perkembangan terkait terus meningkatnya angka positif Covid-19 yang ada di Kabupaten Kendal. Bahkan saat ini Kendal telah masuk dalam daftar zona merah," Sebenarnya penambahan angka positif korona di Kabupaten Kendal bukanlah dari dalam Kabupaten Kendal, akan tetapi dari luar Kabupaten Kendal. Hanya saja, mereka beraktivitas di luar Kendal, tapi orang tersebut berKTP asli Kendal," ujar Mirna dalam Jumpa Pers di Kantornya. ( Jum'at, 19/6).
Dan Mirna juga langsung merespon setelah kemarin ada edaran dari Gubernur Jateng untuk Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PKM)," Ya kami tetap PKM, setelah melihat peningkatan angka poistif korona, saat ini pihaknya sudah tidak bisa main- main lagi, dan benar- benar akan melakukan pembatasan terhadap aktivitas masyarakat yang ada di Kabupaten Kendal," imbuhnya. Bahkan Mirna juga memahami , jika Zona itu kan penilaian saja, tapi dengan adanya penambahan positif korona ini, pihaknya bakal memberikan sanksi kepada warga yang melakukan pelanggaran terhadap apa yang menjadi anjuran pemerintah yang akan diterapkan mulai Senin(22/6) mendatang, kami akan memberikan sanksi sosial kepada yang melakukan pelanggaran,”tegas Selanjutnya Mirna juga meminta agar masyarakat mulai benar- benar menerapkan apa yang menjadi anjuran pemerintah, seperti jaga jarak atau sosial distancing, memakai masker, dan cuci tangan dengan memakai sabun.
“Rencana, sanksi yang bakal kami berikan berupa membersihkan Sungai Kendal sepanjang dua atau tiga kilo meter. Atau membersihkan lingkungan sepanjang 200 meter melingkar atau depan, belakang, kiri dan kanan dengan mengenakan seragam bertuliskan “Saya Melanggar Protokol Kesehatan atau Saya Penerima Sanksi sosial”, pungkas Bupati Cantik ini dalam Jumpa persnya.
Sementara itu Tokoh Masyarakat Kendal, HR. Mastur justru merasa prihatin atas kinerja penanganan Covid 19 di Kendal," Sampai saat ini penanganannya memprihatinkan, di Sukorejo yang berbatasan dengan Temanggung yang sudah Zona Merah. Nampaknya tidak ada upaya dari pemerintah untuk penanganan Covid 19, dan aparat juga abai atas hal ini. Didepan pasar Sukorejo hanya satu kali disemprot, dan tidak ada fasilitas cuci tangan maupun pembatasan fisik. Ini Khan bahaya, karena setiap harinya banyak penglaju dari Batang menuju Sukorejo dan Weleri," ujarnya. Dan Mastur juga mempertanyakan dana Covid 19 yang sudah disediakan tidak dioptimalkan dengan baik penggunaannya," Dananya Khan ada, digunakan untuk apa. Karena aparatnya saja terkesan abai penanganan Covid 19 ini, dan kalau penanganannya baik. Maka Kendal bisa diatasi tidak masuk daftar Zona Merah," tandasnya. Diketahui data dari Tim Gugus Covid-19 per tanggal 18 Juni 2020, di Kabupaten Kendal terdapat Orang Dalam Pantauan(ODP) sebanyak 324 orang atau 6 orang dalam pantauan dan 318 selesai pemantauan.
Pasien Dalam Pengawasan(PDP) sebanyak 113 atau 19 orang dalam pengawasan dan 94 orang selesai dalam pengawasan.
Sedangkan positif Covid-19 sebanyak 27 orang atau sudah sembuh sebanyak 10 orang dan dalam perawatan rumah sakit sebanyak 16 orang serta dalam isolasi mandiri sebanyak satu orang.(TIM)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close