KREATIVITAS TANPA BATAS, TEMA DIFABEL FEST 2017 DI POLINES SEMARANG

bc008d1e-faaf-4689-9136-062056d769f4

Acara bertajuk “DIFABEL FEST” digelar di Ruang Serba Guna Politeknik Negeri Semarang pada Rabu, 10 Mei 2017. Dengan menggandeng Komunitas Sahabat Difabel (KSD) Semarang, acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Semarang itu mengambil tema “Kreativitas Tanpa Batas”.

Diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia Nova Anggraini, mahasiswi semester akhir Jurusan Administrasi Bisnis Polines dan Kepala Jurusan Administrasi Bisnis Drs. Budi Prasetya, M.Si., acara dibuka dengan diiringi penampilan tarian daerah Minang oleh mahasiswa.

Acara tersebut diisi dengan lomba mewarnai untuk siswa SD kelas 1 se kota Semarang, penampilan dan pameran kreativitas karya penyandang difabel, serta Talk Show yang dibawakan oleh pembicara Dra. Novyana Dibyantari, pendiri Komunitas Sahabat Difabel (KSD), Windy Aria Dewi, SH. MH.,pendiri Rumah Pintar Efata dan Christianto Harsadi, seorang fotografer profesional.

“Kami mengambil tema Kreativitas Tanpa Batas untuk menunjukkan pada masyarakat luas bahwa disabilitas bukanlah batasan atau halangan untuk seseorang dalam berkreasi dan berprestasi,” tutur Maylani Aida, sekretaris panitia, kepada jurnalis IPJI.

Ditengah acara Talk Show, Dra. Novyana Dibyantari, pendiri Komunitas sahabat Difabel yang juga aktif sebagai admin di sebuah media jurnalisme warga Semarang MIK SEMAR, menyampaikan bahwa para penyandang disabilitas juga berhak untuk mendapatkan kesempatan dan ruang untuk mengekspresikan diri.

“Penyandang disabilitas juga berhak atas kesempatan dan ruang berekspresi baik untuk pendidikan, seni budaya, usaha, kesehatan, aksesabilitas di tempat-tempat umum, termasuk tempat ibadah, pemakaman dan pariwisata,” tegasnya.

“Menjadi penyandang disabilitas bukanlah akhir dari segalanya. Kesabaran, ketekunan dan doa merupakan kunci untuk melepaskan diri dari belenggu kekurangan dan meraih prestasi,”ucap Windi Aria Dewi.

Di tempat yang sama, Ir. Yuktiasih Proborini, Humas Komunitas Sahabat Difabel mengungkapkan “Rencana, Insya Allah bulan Agustus, saya ikut dalam ekspedisi Bhinneka Tunggal Ika bersama teman-teman  jurnalis dan kepolisian, menuju Puncak Cartenz pegunungan  Jaya Wijaya, Papua. Saya jadi satu-satunya penyandang disabilitas yang akan ikut ke puncak.”

Lebih lanjut Proborini mengatakan, “Terkait dengan kegiatan KSD, kami juga rutin memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah baik Kota Semarang maupun Provinsi Jawa Tengah.”

15aceefc-638b-48eb-88a8-c12a64cdb1ea

Di ruang terpisah, tampak anak-anak peserta lomba mewarnai gambar melakukan kegiatan mereka dengan antusias dan gembira.  Tampak pula berbagai macam hasil karya para penyandang difabel yang dipamerkan dalam acara tersebut.

“Harapan kami setelah acara ini masyarakat luas bisa melihat bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan bagi seseorang untuk meraih prestasi,” tutur Maylani Aida, mahasiswi semester 6 jurusan Administrasi Bisnis diakhir perbincangan.

(DN)

 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close