Mbah Parno; Sang Dermawan Pejuang Islam Telah Wafat.

Mbah Parno; Sang Dermawan Pejuang Islam Telah Wafat.
Haji Suparno Zain Al Abidin nama lengkap beliau.. Namun kami lebih dekat dan kenal beliau dengan sebutan Mbah Haji Parno.
Innalillahi wa innailahi roji'un..
Telah tutup Usia 87 th, Senin 12 Maret 2018, 05.10 di PKU Muhammadiyah Solo.
Ikon Syari'ah yang begitu lekat pada sosok beliau;
Selama 8 tahun (2008-2016) saya telah menjadi bagian kekuarga besar Yayasan Al Abidin, salah satu Yayasan pendidikan yang telah beliau perjuangkan bersama keluarga besar beliau.
Selama 8 tahun itu kebesaran nama mbah Haji Parno sering kita konsumsi. Walau hanya beberapa kali saja bertemu beliau secara langsung ketika acara tahunan Yayasan.
Ada satu hal yang saya ingat kata2 beliau terkait penegakkan syariat Islam; "Iki kudune diwenehi tabir, ben sing akhwat ora ketok ikhwan. Utowo sing akhwat ning mburi wae".
Ya karena waktu acara yayasan memang posisi duduk kami bersebelahan antara guru karyawan laki dan perempuan. Itu adalah nasehat yang luar biasa saya rasakan waktu itu.
Mewajibkan berhijap untuk para karyawati di Pabrik Santri Group yang memproduksi Mantol, Tikar, & Busa. Belum lagi tulisan "Kawan Wajib Berhijab" akan kita temui di sudut pabrik beliau.
Walau hampir jarang ketemu banyak cerita yang saya dapat dari Sosok Pejuang Syariah Mbah Haji Suparno ini; ikon Syari'ah yang begitu lekat pada sosok beliau.
Terbukti beliau membangun beberapa masjid yang sangat kental dengan kata "Syariah" terbukti kalo antum lewat jalan Solo-Purwodadi/Solo-Gemolong antum akan melihat ada 3 Masjid Syari'ah semuanya ada kata Syariah. 3 masjid ini berada di sepanjang di timur jalan adalah salah satu perjuangan beliau dalam dunia dakwah.
Belum lagi; RDS FM Solo (Radio Dakwah Syari'ah), Gedung Syari'ah yang baru beberapa tahun lalu ini di bebas sewakan untuk semua kegiatan islam yang sekarang menjadi Toko Buku Muslim tepat berada di timur RDS FM,.
Tak cukup sampai di situ, saya juga mendengar cerita dari salah satu karyawan Santri Group karyawan dibuatkan Perumahan Syari'ah, karyawannya pun bebas mengangsurnya karyawan itu bercerita "kowe angsuro sak mampumu". Masya Allah luar biasa dermawannya beliau...
Pemakaman Muslim Kalioso. Merupakan pemakaman keluarga yang juga di wakafkan untuk para pejuang Islam dan tidak ada diperuntukkan selain muslim. Di sinilah pula beliau akan di makamkan. Dan kalo antum pingin tahu di kelurahan mana se Kota Solo yang tidak ada gerejanya, maka jawabnya adalah Kelurahan Banyuanyar. Ya satu2 nya keluarahan yang tidak ada Gereja ini merupakan salah satu perjuangan beliau.. Banyak cerita jika ada 1 lahan tanah yang akan didirikan Gereja di banyuanyar maka Mbah Parno ini langsung mendatangi si empunya dan berani membeli atau mengganti dg harga yang lbh tinggi yang penting gereja tidak jadi berdiri. Itu semua terbukti Kelurahan Tanpa Gereja.. itulah Banyuanyar.Pernah juga saya mendengar beliau bercerita dia punya aset Puluhan Milyar. Yang 1 Milyar dia wakafkan untuk kemajuan salah satu yayasan beliau. Saya juga ingat betul salah satu anak beliau berkata; "Jika kami mewakafkan apapun ibarat kami membuang sesuatu di sungai yang mengalir hilang ikut hanyut. Intinya Kami tidak akan pernah minta sepeserpun hasil dari Yayasan ini". Allahuakbar.. Mulia sekali keluarga beliau. Masih banyak lagi bentuk perjuangan beliau. Sangat susah mencari sosok seperti beliau. Seorang Kaya Raya Milyader, Dermawan, & selalu konsen dalam perjuangan Syariah itulah Mbah Haji Suparno.
Semoga perjuangan beliau selama ini dibalas dengan pahala yang melimpah, diberikan kedudukan mulia, dan bisa menjadi penyemangat para pengusaha muslim untuk selalu memikirkan umat.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close