Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI Di Gayamsari Semarang

e517996a-23ae-4445-b658-4a26deb5e33f

Semarang - JM * Nobar  film Pengkhianatan G30S/PKI  digelar di RW X Kelurahan Pandean Lamper Kecamatan Gayamsari Semarang. Minggu malam (24/9/2017).

Acara  yang diprakarsai oleh Ketua RW setempat, Lukman Muhajir, SH.MH tersebut bekerjasama dengan Koramil 04 Gayamsari Semarang.

Hadir dalam acara tersebut Wadanramil 04 Gayamsari Kapten (Arh) Sujono mewakili Danramil, Ketua RW X Pandean Lamper Lukman Muhajir, SH. MH., Kanit Binmas Polsek Gayamsari AKP Subekti, SH, Bhabinkamtibmas Gayamsari Aiptu Sutanto, Ketua Kelompok Informasi Masyarakat kelurahan Pandean Lamper Lambang Prasetyo, SH  MH., Ketua Karang Taruna Pandean Lamper Abdullah Syaifudin, Pemuda Pancasila, Pokdarkamtibmas Gayamsari, FKPM dan berbagai unsur kemasyarakatan lainnya.

976776a3-87d6-46f7-ad9b-009bc89913ba

Lebih dari 500 orang tampak memadati area tempat digelarnya acara nonton bareng tersebut. Warga yang hadir tampak senang dan antusias mengikuti acara yang berlangsung 3,5 jam lebih.

Ditengah sesi nobar dibagikan pula berbagai macam doorprize yang sudah disediakan Panitia diantaranya yaitu sepeda gunung, jam dinding dan lain-lain.

bf5c23bf-86e5-4d49-b2d6-3d57c0917324

“Intinya kami ingin mengajak warga kami agar tidak melupakan sejarah bahwa pernah terjadi peristiwa yang melukai hati bangsa Indonesia yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945,” terang Lukman Muhajir, Ketua RW X.

“Harapan kami dengan diselenggarakannya nobar film ini, khususnya generasi muda dapat lenih memahami nilai-nilai sejarah yang terkandung didalamnya serta bahaya radikalisme dan faham komunisme yang bertentangan dengan ideologi bangsa kita yaitu Pancasila,” imbuhnya.

Kapten (Arh) Sujono menegaskan bahwa pihaknya mengapresiasi dan mendukung terselenggaranya acara tersebut.

09f3705d-36c0-40c6-b3b6-2546f3d85493

“Selain agar masyarakat khususnya generasi muda tidak melupakan sejarah, yang terpenting adalah agar kita semua dapat lebih menumbuhkan nilai-nilai luhur berbangsa dan bernegara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 serta nilai persatuan dan kesatuan bangsa berazaskan Bhineka Tunggal Ika,” tegas Kapten (Arh) Sujono.

Sugianto (60), warga setempat, mengaku sangat senang bisa menonton film Pengkhianatan G30S/PKI itu. Menurutnya dengan adanya pemutaran film ini, setidaknya ia bisa lebih bisa membayangkan gambaran peristiwa bersejarah itu.

“Tahun 1965 saya masih umur 8 tahun. Saya mendengar cerita ada peristiwa itu, tapi saya nggak “mudheng” (mengerti). Baru sekali ini saya nonton film ini,”tuturnya.

Ketua Karang Taruna Pandean Lamper Abdullah Syaifudin (26) mengatakan, dirinya selaku generasi muda dan selaku Ketua Karang Taruna sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Kami selaku generasi muda dan Tarang Taruna Pandean Lamper berterimakasih dan apresiasi terselenggaranya acara ini.  Harapan kami dengan adanya pemutaran film ini dapat menambah wawasan kam dalam memahami sejarah perjuangan bangsa Indonesia, menumbuhkan jiwa dan semangat berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta semangat Bhineka Tunggal Ika,”tutur Syaifudin.

“Semoga kedepannya acara seperti ini lebih sering diselenggarakan dengan pemutaran film-film bersejarah lainnya agar kami selaku generasi muda terutama adik-adik kami  mendapatkan pencerahan terkait sejarah bangsa selain dari yang kami dapatkan dari pelajaran sejarah di sekolah,” tambahnya. (Erika/DN/Tim Media)

 

 

 

 

 

 

 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close