obyek wisata di Kabupaten Semarang diduga banyak yang belum berizin.

Ambarawa- Keberadaan objek wisata di Kabupaten Semarang yang menjadi pendukung pariwisata di Provinsi Jawa tengah selama ini telah menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara yang setiap akhir pekan selalu meningkat jumlah pengunjungnya. Dan yang lebih utama dari geliat wisata, adalah meningkatkan pemasukan bagi Pemerintah daerah, dan menumbuhkan ekonomi kerakyatan yang pada hasil akhir di tingkat bawah masyarakat mendapat penghasilan dan pemasukan bagi kehidupan sehari-hari.
Salah satu obyek wisata di kota Ambarawa selain ada musium kereta api,monumen palagan ambarawa,eling bening,gua maria,bukit srobi dan wisata kampoeng rawa.
Kabar yang berhembus beberapa hari ini sangat santer, dan bermuara soal perijinan yang belum di miliki oleh wisata apung kampoeng rawa yang terletak di antara dua desa Bejalen dan Tambakboyo.Keberadaan kampoeng rawa sampai saat ini menjadi tempat warga bejalen dan tambakboyo sehari-hari mencari nafkah dan rejeki,karena di wisata ini ada 800 an warga terdiri dari karyawan,kelompok tani,nelayan,umkm,pedagang kaki lima yang bergantung hidup di wisata ini,akan menjadi polemik di jajaran pemerintah daerah dan provinsi di karenakan ada hal mendasar yang belum berijin menjadi tarik ulur soal perubahan tata ruang yang harus bisa mengikuti perkembangan daerah itu sendiri khususnya kota ambarawa.
Seandainya pemerintah daerah Kabupaten Semarang tetap melanjutkan penutupan di lokasi tersebut di kawatirkan akan menghambat sumber pendapatan warga masyarakat dua desa yang bergantung kepada wisata kampoeng rawa.Di sisi lain dari Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia, yang berada di kabupaten semarang yang di ketuai oleh, dr Anis Supriyadi akan menuntut pemerintah daerah untuk menutup semua usaha yang belum berijin,karena di sinyalir di kabupaten semarang ada kurang lebih seratus hotel yang belum berijin dan 30 an klinik rawat inap yang mempunyai permasalahan yang sama yaitu legalitas usaha.Di harapkan pemerintah daerah bisa berlaku adil dan bijaksana terhadap beberapa usaha yang harus di bantu mencari solusi dan akar masalahnya,sehingga bisa mempunyai legalitas.
Badan penelitian aset negara aliansi indonesia juga bisa menjadi mitra kerja bagi pemerintah daerah kabupaten semarang sehingga di harapkan ada komunikasi yang mendukung terciptanya suasana yang kondusif bagi iklim politik saat ini.Seandainya terjadi penutupan tidak akan terjadi Badan penelitian aset negara aliansi indonesia melakukan langkah-langkah hukum kepada pemerintah daerah kabupaten semarang.*.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close