Para Korban Tol tetap bertahan menginap di Gedung Dewan Kendal.

para korban tol bertahan di Gedung Dewan Kendal
Para korban tol bertahan di Gedung Dewan Kendal


Kendal - JM. Para Korban Penggusuran Proyek Jalan Tol Batang-Semarang hingga kini ( Rabu,2/5) masih bertahan untuk terus menginap di Gedung Dewan hingga tuntutan ganti mereka dipenuhi pihak Panitia Pembebasan Lahan Tol dari Kementerian PU RI Jakarta. Bahkan Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono rencananya akan mengawal para Korban Penggusuran Proyek Jalan Tol Batang - Semarang ke Jakarta," Kami dan beberapa Fraksi di Dewan tanggal 2 Mei 2018 akan kawal perjuangan mereka menemui DPR RI dan kementerian terkait di Jakarta, intinya kami perjuangkan nasib mereka sampai berhasil," ungkapnya ( Senin,30/4). Dan Prapto juga mengklaim bahwa pihaknya selama ini belum pernah diajak rembugan oleh pihak panitia pembebasan lahan tol yang melintasi daerahnya, namun ketika ada permasalahan justru kami yang menjadi tumpuan mereka," Memang kami harus ketemu dengan berbagai pihak terkait pemangku kepentingan jalan tol di Jakarta, agar kami pun dapat lebih jelas permasalahannya untuk memperjuangkan nasib rakyat kami," imbuhnya. Dan disamping Rombongan Dewan Kendal, mereka pun rencananya telah mengutus 4 ( empat ) orang temannya untuk menemui Komisi V DPR- RI di Jakarta.
Abdul Gofur(32), salah satu warga Nolokerto, Kaliwungu, yang rumahnya terdampak pembangunan jalan Tol Semarang- Batang, mengatakan,
Sesampainya di DPR- RI nanti, utusannya akan menyampaikan tuntutannya yaitu seperti, ukuran tanah, ukuran lahan pekarangan, lahan usaha, dan pengukuran ulang lahan mereka.
“Pokoknya saya dan warga yang lain akan tetap di sini, sebelum tuntutan kami dipenuhi,”kata Gofur, Selasa(01/05).
Menurut Gofur, dirinya dan warga yang lain melakukan aksi mendirikan tenda terbuka ini, semata- mata mempertahankan haknya, karena uang ganti rugi yang diberikan pihak pengembang jalan tol Batang- Semarang masih rendah.
“Uang ganti rugi Rp 428 ribu permeter itu kami nilai masih belum cukup. Karena tanah di desa kami sekarang permeternya sudah diatas Rp 500 ribu. Jika uang ganti rugi yang sekarang sudah dititipkan di Kantor Pengadilan Negeri Kendal saya ambil, saya kawatir nanti tidak cukup kami belikan lahan pengganti,”ujar Gofur.
Untuk itu, sebelum tuntutan mereka belum dipenuhi, mereka akan melakukan aksi ini hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.Kemudian selama ini dilokasi Aksi para Korban Jalan Tol di Gedung Dewan selalu dijaga pihak Kepolisian siang malam secara bergantian, bahkan pihak DPRD Kendal pun menjamin kebutuhan makan minum ( Mami) mereka setiap harinya ," Selama menginap di Dewan, kami sediakan makan minum serta fasilitas lainnya, semoga aja mereka segera dipenuhi tuntutannya oleh Panitianya," pungkas Prapto. Diketahui aksi menginap di Gedung Dewan Kendal dilakukan sejak Jumat 27/4 2018 hingga saat ini belum berakhir, karena disamping tuntutan mereka belum dikabulkan, juga kondisi rumah tinggal mereka sudah digusur rata dengan tanah," Kami mau pulang kemana, rumah kami sudah digusur. Makanya kami menginap di Gedung Rakyat," ujar seorang peserta Aksi.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close