Para Peternak Kendal menuntut Permentan RI N0. 61 dicabut ?

Kendal- JM. Kondisi para Peternak Kabupaten Kendal saat ini sedang resah dan pada menangis, karena hingga kini Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 61 yang diduga merugikan para peternak Rakyat belum dicabut. Hal ini sebagaimana disampaikan Peternak Sukorejo, Mastur yang meminta pihak Pemerintah agar memihak para peternak Rakyat dengan segera mencabut Permentan RI No. 61,” Para peternak pada menangis atas kondisi saat ini, maka permentan No 61 harus segera dicabut agar para peternak Rakyat bisa hidup,” tuturnya.
Selanjutnya Mastur pun menyatakan akan segera menggerudug Istana beserta para peternak lainnya agar Pemerintah memperhatikan nasib para peternak Rakyat,” Kami siap ke Istana untuk meminta keadilan dan perlindungan untuk hidup,” imbuhnya.
Selanjutnya Peternak lainnya, Wardi saat kegiatan konsolidasi para peternak (Sabtu,18/3) lalu memaparkan hasilnya disamping meminta permentan N0. 61 direvisi juga meminta adanya pengawasan intregator agar telur branding tak beredar dipasaran, intregator 2 persen nasional agar dijalankan, perbaikan harga terlur yang layak sesuai BOP, mencukupi ketersediaan jagung, membatasi pendirian kandang close house, perlu kejelasan 98 persen mandiri 28 persen peternak rakyat , kemudian tidak ada lagi impor tepung telur,” Intinya beberapa hal tersebut telah berpengaruh terhadap keterpurukan para peternak Kendal, makanya kami siap datang ke Istana untuk meminta perlindungan nasib kami,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui memang saat ini para peternak sedang mengalami keresahan atas adanya serbuan importir telur dan ketersediaan pakan ternak jagung yang semakin menipis serta bersaing dengan para pengusaha kakap lainnya. Sedangkan regulasi pemerintah pun kian tak berpihak kepada para peternak rakyat yang selama ini bertahan untuk tetap hidup. Bahkan kabarnya harga telur pun selama 3 bulan terakhir ini tak kunjung naik, padahal biaya operasional serta pakannya kian melambung. Lalu inikah yang tentunya belum mencapai pemerintahan nawa cita ? (Tim Kendal)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close