Pekerja Kontruksi di Kendal sudah banyak yang bersertifikat.

IMG-20181117-WA0001 Kendal-JM. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiyono menyatakan bahwa Pekerja Kontruksi di Kendal sudah bersertifikat," Untuk Pelaksana, Pembantu Pelaksana, semua bersertifikasi , baik itu SKA maupun SKT," ungkapnya. (Sabtu, 16/11). Sedangkan Ketua Forum Jasa Kontruksi (FORJASKON) Kendal, Harto mengakui, jika Para Pekerjanya baru sebagian yang bersertifikat,"sebagian ya sudah, karena pada waktu pelelangan khan jelas di persyaratkan diaturannya," tuturnya. Sementara itu, karena semakin rendahnya Para Pekerja Kontruksi di Indonesia yang memiliki Sertifikat dibanding dengan negara-negara lainnya, maka Pemerintah Pusat telah menargetkan 3 (tiga) Juta Para Pekerja Kontruksi harus bersertifikat di Tahun 2019. Dan untuk memenuhi target tersebut pihak Kementerian PUPR RI bekerjasama dengan Lembaga Ahli Pengadaan Desa (LAPD) untuk melakukan pelatihan agar para pekerja kontruksi baik dan berkualitas. Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua LAPD Pusat, Hasrotuan Sihombing ," Inilah yang akan Kami perbaiki,karena selama ini baru 5 sampai dengan 8 persen yang sudah bersertifikat dari 8 juta pekerja," ujarnya kepada Pers. Diketahui saat ini Para Pekerja Kontruksi di Indonesia baru ada 720 ribu yang telah bersertifikat dari jumlah total sebanyak 8, 10 juta se Indonesia. Padahal sesuai Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 , semua Pekerja Kontruksi diwajibkan memiliki Sertifikat sebagai bagian yang tak terpisah dari upaya perlindungan Pemerintah terhadap para pekerja Kontruksi yang rentan kecelakaan kerja. Dan kini kuantitas pekerjaan kontruksi telah menyebar diberbagai pelosok Nusantara, terutama pekerjaan kontruksi di Desa yang dibutuhkan tenaga yang berkualitas. (TIM)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close