Pelaku Pembunuhan Mayat Wanita Yang Dibuang Di Jalan Kendeng Semarang Berhasil Ditangkap

Erwin Yoga Cahyono, 28 tahun, pelaku pembunuhan saat ditangkap di rumah kerabatnya di jalan Kanguru Semarang
Erwin Yoga Cahyono, 28 tahun, pelaku pembunuhan saat ditangkap di rumah kerabatnya di jalan Kanguru Semarang


Dalam waktu kurang dari 24 jam, aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus mayat wanita yang dibuang di jalan Kendeng V – Pawiyatanluhur 1 Semarang pada Selasa malam (15/8/2017).

Dari hasil pengembangan penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, terungkap diketahui identitas  korban yang tewas dan jasadnya dibuang di Jalan Kendeng atau tepanya di depan Kamous Stikubank Semarang, Bendan Ngisor, Gajahmungkur Semarang benama Dewi Astuti (28), warga Jalan Saptanarga III, Ngesrep, Banyumanik, kota Semarang.

Tidak butuh waktu lama polisi juga berhasil mengungkap identitas pelaku pembunuhan yang merupakan teman dekat korban yaitu Erwin Yoga Cahyono, 28 tahun, tinggal di rumah kontrakan Genuk Krajan rt 7 rw 4, Candisari, kota Semarang.

Berdasarkan identitas pelaku yang sudah berhasil dikantongi petugas, jajaran Polrestabes Semarang segera memburu pelaku dan berhasil ditangkap petugas unit Reskrim Polsek Gayamsari pada Rabu (16/8/2017) sekira pukul 09.00 WIB saat sedang tidur di sebuah rumah kerabatnya di kawasan jalan Kanguru Semarang.

“Benar ditangkap saat tidur di kamar rumah kerabatnya jalan Kanguru, saat ditangkao dia mengakui perbuatanya,”ujar Kapolsek Gayamsari Kompol Yuni Sri Lestari  saat penyerahan pelaku di Polrestabes Semarang.

Saat pers release di Mapolrestabes Semarang, Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji menegaskan berdasar keterangan Erwin korban dibunuh di rumah kontrakanya di jalan Genuk Krajan, Candisari kota Semarang. Sebelum melakukan pembunuhan pelaku terlebih dahulu minum Pil Koplo.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji saat pers release di mapolrestabes Semarang, Rabu (16/8/2017)
Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji saat pers release di mapolrestabes Semarang, Rabu (16/8/2017)


” Korban dibunuh sekira pukul 13.00 dengab cara diinjak dan dicekik lehernya. Utuk memastikan kematianya, Erwin menunggu hingga pukul 22.30. Sebelum mayat korban di Jalan Kendeng, depan kampus Stikubank,” ungkap Kombes Abiyoso.

Erwin mengaku tega membunuh Dwi Astuti karena sakit hati dan jengkel karena merasa ditipu oleh korban terkait masalah hutang di koperasi dengan jaminan BPKB sepeda motor Erwin yang menunggak sampai 5 kali hingga dirinya terlibat dikejar debt collector.

“Dia ngakunya sudah cerai, tapi ternyata masih punya suami. Dan gara-gara hutang itu saya dikejar debt collector,” ucap Erwin lirih.

Hingga saat ini polisi masih terus mendalami kasus ini guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close