Pelantikan IKA SUKA Yogya Dimeriahkan Pesta Seni dan Budaya

Suasana Pelantikan IKA SUKA periode 2017-2021 di Kampus Putih Yogyakarta
Suasana Pelantikan IKA SUKA periode 2017-2021 di Kampus Putih Yogyakarta


Yogya- Pesta seni dan budaya yang digelar dalam Rangka Suksesi Pelantikan Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (IKA SUKA) Yogyakarta (Jum'at,5/5) cukup meriah dan sekaligus dijadikan ajang silaturahmi para Alumninya dari berbagai angkatan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Umum IKA SUKA, Syaiful Bahri Ansori yang menyatakan bahwa gelaran seni tradisi dan budaya ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya turut serta mencintai NKRI ," Lewat tradisi seni dan budaya inilah kita ikut mempertahankan NKRI dari gempuran budaya asing," ungkapnya.

Dan dijelaskan Bahri juga even ini merupakan gerakan dialog yang sehat dengan mengekplorasi seni dan tradisi Indonesia,." Seni dan tradisi untuk menangkal radikalisme yang saat ini sedang mengancam kebangsaan kita," imbuhnya.

Sementara itu Rektor UIN SUKA Yogya, Yudian Wahyudi Asmin menegaskan kembali bahwa Universitas ini merupakan milik Negara yang harus digalakkan pengembangannya guna memperkuat NKRI," Perlu diingatkan jasa Umat Islam dalam pendirian Universitas ini cukup besar dan merupakan milik negara yang bisa memperkuat NKRI," ungkapnya dalam sambutannya.

Sedangkan Ketua Panitia Pelantikan IKA SUKA, Abdul Rozak mengatakan justru kegiatan ini perlu dikembangkan sebagai ajang silaturahmi para Alumni yang selama ini tak terwadahi, "mereka datang dari berbagai angkatan dan dari beberapa daerah di seluruh Indonesia dengan seribuan personil pesta seni dan budaya," ungkapnya.

Ditempat terpisah salah seorang alumni angkatan 1988, Rahmat Da'wah mengapresiasi atas terselenggaranya hajat silaturahmi akbar ini yang dapat dihadiri berbagai alumni dari berbagai kalangan se Indonesia ini," Saya mengapresiasi kegiatan ini yang cukup meriah dan kolosal,' tuturnya.

Namun Rahmat pun mewanti-wanti agar Organisasi para Intelektual Islam ini agar netral, independen dan tidak condong ke salah satu partai tertentu, walaupun Ketua Umumnya berasal dari Partai tertentu. "Intinya para alumninya ada dimana-mana, tapi tidak kemana-mana ," tandasnya.

Dalam pantauan media ini, memang antusiasme para Alumni Universitas Islam Negeri tertua di Indonesia ini untuk hadir di acara silaturahmi ini cukup meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena memang saat ini sistem informasi lewat medsos cukup membantu untuk melacak dan merekrut para Alumni yang tanpa jejak.

Bahkan setelah terlacak mereka pun sangat merespon tawaran kegiatan ini secara sukarela. Dan kehadiran mereka pun nampaknya dijadikan ajang temu kangen serta nostalgia diantara sebagian peserta. Kemudian kehadiran merekapun telah menambah energy yang luar biasa untuk turut andil dalam membangun Bangsa yang kini dianggap oleh sebagian orang sedang tergerus arus globalisasi. Semoga kebhinekaan Intelektual para Alumni terkonsolidasi untuk memacu Bhakti kepada Negeri. (Tim Media)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close