Penampungan Pembuangan Limbah Pabrik Kayu Di Bawen Terbakar.

283f7043-9f90-48bd-b7e9-d2d6264f18a4

Ambarawa - JM * Tempat penampungan pembuangan limbah sampah grajen kayu dan sampah abu yang disewa dari salah satu pabrik kayu lapis di jalan lingkar Ambarawa Bawen Kabupaten Semarang  terbakar pada hari kamis (7/9) Sekitar pukul 17.00 WIB.

Posisi api seperti dalam sekam, satu titik berhasil dipadamkan lainnya kembali menyala. Area yg terbakar tepat di lahan samping rumah makan Tapak bimo bawen. Kontur lahannya berbukit, bawahnya ada pohon bambu dan sungai. Bara api sesekali waktu terlihat meninggi tertiup angin.

"Pertama saya lihat ada asap di tempat pembuangan limbah yang disewa dari PT.KSI Bawen. Dari kemarin siang saya lihat kepulan asapnya dan tadi siang semakin banyak,Saya dan keponakan sudah berusaha memadamkannya dengan menyiramkan air tapi karena terlalu banyak tumpukan limbahnya kepulan asap tetap keluar dan waktu pekerja dari PT.KSI datang untuk membuang limbah kayu saya laporkan dan dia langsung melaporkannya ke pabriknya dan sekitar jam 16.00. Mereka datang membawa Alcon dan berusaha memadamkan bara api tersebut tapi tidak bisa mengatasi kok mas, lalu sekitar jam 17.00 WIB datang mobil Damkar   mas," tutur Marsidi pemilik warung makan Tapak Bimo.

"Saya bilang sama yang buangin limbah itu kok ada kepulan asap mas apa ada apinya dan kelihatannya dia langsung telepon bosnya karena sorenya datang pekerja dari pabrik membawa mesin pompa air untuk menyemprot bara api yang mulai membesar tapi tidak bisa karena kedalamannya sekitar tujuh meter di lahan seluas 5000 meter persegi milik pak suprapto pemilik rumah makan bintangan bawen mas dan membahayakan rumah makan saya dan pemukiman warga di bawah samping sungai itu mas serta sudah dua kali ini terbakar mas ," Imbuh Marsidi.

de319056-240b-4fbf-8d15-6873bf06945f

Api berhasil dipadamkan setelah empat unit mobil Damkar Kabupaten Semarang di bantu dua unit mobil Damkar Kota Salatiga kterjun ke lokasi karena bara api berada di dalam tumpukan limbah dan kebetulan di bawahnya kontur tanahnya berupa gambut. (Andi/Tim Media)

 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close