Penggantian Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Prov Jateng Cacat Hukum

IMG-20181025-WA0005Kendal-Jantramas News. Com Sejumlah nama yang dianulir dari daftar calon anggota KPU kabupaten/kota periode 2018-2023 di Wilayah Jawa Tengah VI dan Wilayah IV periode 2018-2023 mengaku kecewa dan siap melayangkan gugatan hukum.

Koordinator Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu Jateng Dr.Teguh Purnomo, mengatakan telah menerima aduan dari beberapa calon anggota KPU di wilayah VI yang dianulir oleh tim seleksi.

"Beberapa orang sudah menemui kami untuk berkonsultasi. Mereka kecewa dan kami sedang siapkan kajian untuk gugatannya. Kami juga membuka kesempatan bagi teman-teman lainnya yang merasa dirugikan dengan keputusan Timsel," terangnya.

Lebih lanjut Teguh menerangkan, keberatan dari para calon yang dianulir bisa diajukan melalui PTUN dalam waktu 90 hari sejak ralat nama calon anggota KPU itu diumumkan oleh tim seleksi.

Teguh menambahkan, dari lima kabupaten/kota di Wilayah VI tersebut, setidaknya lebih dari 10 nama yang dicoret. Hasil perbaikan nama-nama yang lolos tes kesehatan dan wawancara telah diputuskan melalui surat keputusan Timsel Nomor 25/PP.06-Pu/33/Tim-Sel/X/2018 tentang Perbaikan Penetapan Hasil Seleksi Tes Kesehatan dan Tes Wawancara.

Pihaknya mengatakan tidak tahu pasti alasan perbaikan atas keputusan Timsel yang telah diumumkan sebelumnya. Hal yang sama juga terjadi di wilayah lain seperti Jawa Barat, Sumatra dan Sulawesi.

"Dulu, saat seleksi dilakukan ditingkat lokal, banyak kekhawatiran banyak tititipan dari aktor politik dan ormas lokal, ini dilakukan ditingkat propinsi dengan kendali pusat justru muncul banyak masalah", tandas Teguh yang saat ini sedang menangani 4 sengketa PTUN di Semarang terkait seleksi KPU Kabupaten Kota.

Sebagaimana diberitakan, tim seleksi calon anggota KPU kabupaten/kota Jawa Tengah untuk Wilayah VI yang diketuai Dr Hidayat Nur Sardini mengaku melakukan evaluasi atas perintah dari KPU RI.

Menurut Hidayat keputusan pencoretan beberapa nama yang sebelumnya telah dinyatakan lolos itu diambil melaui rapat pleno dengan timsel yang beranggotakan 5 orang.
Perihal apa alasan penggantian nama itu tidak ada penjelasan yang pasti dari pihak timsel. Begitu juga dari KPU Provinsi. Mereka melempar tanggungjawab itu ke KPU RI.

*Desak Tahapan Seleksi Ditunda*

Dengan pengumuman revisi ini maka nama-nama yang dicoret tidak dapat mengikuti tahapan uji kepatutan dan kelayakan. Nama yang dicoret itu digantikan dengan nama lain yang sebelumnya tidak masuk dalam 10 nama yang lolos tes Kesehatan dan Wawancara.

Kabar terbaru tahapan seleksi Uji Kepatutan dan Kelayakan akan dilaksanakan hari ini (25/10) di Semarang. Terkait hal ini, Teguh menyayangkan KPU yang tidak memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang dirugikan untuk mencari keadilan.

"Mestinya ketika ada keberatan, proses itu bisa ditunda. Ini akan menjadi preseden buruk bagi KPU di depan masyarakat dan juga peserta Pemilu. Bagaimana wibawa KPU kalau produk dari rekrutmen anggotanya saja sudah bermasalah," tegas Teguh.

Selain mengadvokasi gugatan dari para calon anggota KPU, tim Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu juga tengah mempersiapkan gugatan terhadap proses rekrutmen calon anggota Bawaslu di Jawa Tengah.(Kiswanto-Kendal)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close