Ratusan Warga Desa Clepar terima sertifikat tanah

ratusan warga penerima sertifikat prona
ratusan warga penerima sertifikat prona di Balai desa clepar Batang


Batang- JM. Raut wajah ratusan warga Desa Clepar Subah Batang Jawa Tengah terlihat sumringah , karena mereka menerima sertifikat tanahnya yang selama ini diidam-idamkan . Walaupun Proses Pembuatan Sertifikat masal melalui Prona 2017 di Desanya tersebut harus membayar dari sakunya sendiri. Hal ini terungkap saat pembagian sertifikat di Balai Desa Clepar. Menurut salah seorang warga yang hadir di balai desa mengungkapkan, jika pihaknya telah menitipkan dana sebesar Rp 500 ribu guna mengurus sertifikatnya. Dan ada juga warga lainnya yang hanya membayar sebesar Rp 350 ribu untuk mensertifikatkan sawahnya seluas 200 meter persegi. Dan ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kades Clepar, Kusdarnoto membenarkan, jika pihaknya memungut dana pembuatan sertifikat Prona ini sebesar Rp 350 ribu setiap bidang," betul itu khan untuk biaya patok, meterai dan makan petugas ukur dilapangan yang harus dilayani mas," ujarnya kepada Media ini dikantornya.( Senin,20/11). Kemudian Kusdarnoto pun menjelaskan, jika keputusannya ini sudah sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Jateng yang membolehkan memungut biaya dalam pembuatan sertifikat Prona ini," Kami sudah dapat arahan dari Tim Saber pungli juga dan bisa dilakukan pungutan, karena panitianya juga dari masyarakat sendiri Mas," imbuhnya. Sementara itu Ketua LSM Gerakan Masyarakat Pembela Kebenaran ( GMPK) , Sugiharto menilai yang dilakukan Kades tersebut kemajon, karena sesuai peraturan perundangannya pembuatan sertifikat melalui Prona harus gratis, karena sudah dibiayai pemerintah pusat," Pungutan itu bisa dikategorikan korupsi, makanya temuan ini akan segera kami laporkan ke Aparat penegak hukum," ujarnya. Sementara Pihak BPN Batang, Kusdarmaji saat menyampaikan arahannya dihadapan para peserta pemohon sertifikat, tidak menyinggung terkait proses bayar membayar dalam pembuatan sertifikat di Prona. Namun hanya berpesan agar sertifikat yang sudah diserahkan nantinya bisa dicopy sebanyak 3 ( tiga) rangkap untuk arsip desa agar ada buktinya," Agar hati- hati dengan sertifikat, dan bisa digunakan untuk.meningkatkan ekonomi rakyat," ujarnya. Selanjutnya informasi yang dapat dihimpun media ini, memang pembuatan sertifikat melalui Prona 2017 ini tidak dibebankan biaya alias gratis, namun kenyataannya dalam pelaksanaannya diberbagai desa selalu ada pungutan biaya dengan dalih untuk pembelian patok, materai, honor petugas ukur dan biaya Makan Minum ( Mami) para pelaksananya dilapangan.* Tim Media Pantura Jateng

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close