Razia Pekat oleh Gabungan aparat di Blora

Rakor Aparat Gabungan razia pekat di Blora
Rakor Aparat Gabungan razia pekat di Blora


BLORA - JM..Kepala bidang penegakan perundang-undangan daerah Suripto serta Kasubbag Humas Polres Blora Iptu Daknyo dan dari Subdenpom IV/3-1 Blora Serka Yoyok,melaksanakan penertiban operasi atau razia pekat(Pekat) dan cipta kondisi(Cipkon) dengan menertibkan tempat kost dan hotel agar Blora tertib dari segala sesuatu yang berkaitan dengan kamtibmas .

Dalam razia tersebut lima pasangan bukan suami istri terjaring razia gabungan saat berada di kamar Hotel yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja bersama anggota Kepolisan serta Subdenpom Kabupaten Blora Jawa tengah, Rabu siang( 29/11). Kelima pasangan bukan suami istri ini ditangkap petugas Satpol PP Blora saat sedang berasyik masyuk di dalam kamar Hotel yang berada di wilayah kota Blora jawa tengah.

Awalnya tim gabungan mendatangi hotel “Mulia” yang berada di jalan Reksodiputro 21 Blora kecamatan Blora kota, satu per satu kamar diperiksa petugas, petugas menemukan satu pasangan mesum yang sedang berasyik masyuk di kamar hotel. Bahkan satu pasangan mesum ini diduga masih dibawah umur, karna belum mempunyai KTP saat dittanya tim petugas gabungan. Razia dilanjutkan ke hotel “adhi jaya” yang lokasinya tak jauh dari hotel “Mulia” satu per satu kamar yang ada di hotel “ Adhi Jaya” diperiksa petugas, petugas mendapati empat pasangan bukan suami istri, bahkan dua pasangan membawa anak kecil ke dalam kamar hotel.

Sarianto (22) Salah satu pasangan yang ketangkap mengaku hanya menemani tiduran saja di dalam kamar yang disewanya dan tidak melakukan hubungan badan. Namun karna dirinya tidak bisa memberikan bukti pasangan suami istri yang sah, pihak Satpol Blora langsung membawanya ke Kantor Satpol PP Blora untuk diberikan pengarahan dan pembinaan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Blora Sri Anang Danariyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan tidak lanjut dari perda nomor 1 tahun 2017 tentang ketertiban umum dan perda nomor 5 tahun 2017 tentang kepariwisataan. Sasarannya adalah KTP dan penyakit masyarakat, sedangkan pasangan mesum yang terjaring saat ini hanya akan dilakukan pembinaan dan kemudian akan dilepas.

“ Kita akan melakukan razia semacam ini, akan rutin dilakukan petugas untuk mengantsipasi perbuatan - perbuatan melanggar hokum”. Terangnya(Tim Media Blora)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close