Rokhandi Mengeluh dilaporkan Korupsi

Proyek Cungkup Makam di Desa Kalices


Rokhandi Mengeluh dilaporkan Korupsi Kendal-JM. Ditengah semakin memanasnya persaingan Politik antar Bakal Calon ( Balon) Kepala Desa dalam Pilkades serentak di Kabupaten Kendal yang akan digelar 18 Maret 2020. Maka tidak jarang saling adu kuat dan adu strategi antar para Kandidat semakin tak terhindarkan, termasuk cara-cara kotor dan menghalalkan berbagai cara pun bisa dilakukan siapapun kandidat kadesnya yang sudah kepepet dan kehilangan Nalar sehatnya. Hal ini terungkap dari Curhatan Balon Kades Kalices Kecamatan Patean, Rokhandi yang belakangan ini merasa dirinya dipojokan oleh pihak-pihak yang diduga tak menyenangi dirinya nyalon Kades untuk yang keduakalinya. Bahkan hingga ada laporan Korupsi yang disangkutkan saat dirinya menjabat Kades Kalices,' Jelang Pilkades ini, Saya dilaporkan Korupsi ke Kejaksaan. Dan untung saja pihak Kejaksaan saat menyelidiknya dilapangan tidak ditemukan korupsinya. Alhamdulillah Saya cukup aman dan terbebas dari fitnah itu.," ujarnya kepada Media ini.(Sabtu, 1/3). Selanjutnya Rokhandi juga menjelaskan bahwa yang dilaporkan itu sebenarnya berupa proyek Pipanisasi Air senilai Rp 20 juta dan Pengerjaan Cungkup Makam sebesar Rp 40 Juta," Sebenarnya Proyeknya total Rp 60 juta, namun atas permintaan dirapat Warga agar dibuat Cungkup untuk Makam. Jadi dananya ada sebagiannya yang digunakan untuk Cungkup, koq malah dilaporkan Korupsi. Tapi tetap saya harus bersabar, semoga fitnah ini bisa membawa kebaikan untuk saya," tandasnya. Dan Rokhandi pun menegaskan sesuai hasil penyelidikan dari Pihak Kejaksaan Kendal, tidak ditemukan Korupsi dari Proyek yang pernah dilakukannya," Justru Pihak Kejaksaan menyarankan agar ada rapat warga untuk mengembalikan nama baik saya atas fitnah ini, nanti yang akan menjelaskan langsung dari Pihak Kejaksaan," pungkasnya. Sementara itu Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ( GNPK) Jawa Tengah, HR Mastur, SH, MSi sebelumnya menyarankan agar Pilkades ini bisa dijaga iklim Demokrasinya," Saya dukung dan maju terus, apalagi untuk membangun Desa demi kebaikan Rakyatnya," ungkapnya. Ditempat terpisah Wakil Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum ( LPBH) NU Jawa Tengah, Rahmat Da'wah menilai persoalan ini cukup serius, karena sudah memasuki ranah hukum," Jadi bisa saja Pihak Pelapor dilaporkan balik. Karena ternyata laporannya setelah dilidik Kejaksaan Khan tidak sesuai kenyataan alias tidak ditemukan Korupsi. Ini Khan bisa dianggap Fitnah serta pencemaran nama baik. Namun Rokhandi nampaknya tetap bersikap sabar, malah tidak mau balik melaporkannya lagi," ungkapnya. Dan Rahmat juga memang memberikan Apresiasi atas sikap sabar Rokhandi yang seolah tenang menghadapi fitnah yang ditujukan kepadanya," Saya melihat Rokhandi cukup bijak dalam menanggapi kasus laporan atas dirinya, padahal secara politik laporan itu bisa merugikannya. Makanya jelang Pilkades nanti sebaiknya memang sesuai saran Kejaksaan agar ada rapat warga untuk membersihkan nama baik Rokhandi," jelasnya. Dalam Pantauan Media ini, memang jelang Pilkades serentak di Kabupaten Kendal ini tak terhindarkan persaingan antar Kandidat Kades mulai memanas yang tidak jarang setiap Kandidat beserta para pendukungnya berusaha semaksimal mungkin untuk meraih kemenangan atas dukungan terbanyak dari Para Pemilih di Desanya. Namun yang cukup memprihatikan, justru dalam prakteknya masih ada persaingan tak sehat antar mereka berupa kampanye hitam atau cara-cara lainnya yang tak terpuji. Termasuk menyerang lawannya dengan kasus-kasus yang sengaja dimunculkan jelang Pilkades Dan kabarnya ada 130 Desa yang akan menggelar Pilkades dengan 703 Kandidat Kadesnya se Kabupaten Kendal pada Tahun 2020 ini. ( TIM)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close