Simulasi Penanggulangan Kebakaran dan Evakuasi Korban Di RSUP Dr.Kariadi Semarang

Kasi Kerjasama dan Peningkatan Kapasitas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Kustri Wandono, SH. saat memberikanpengarahan kepada para peserta simulasi
Kasi Kerjasama dan Peningkatan Kapasitas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Kustri Wandono, SH. saat memberikan pengarahan kepada para peserta simulasi.


Kegiatan Simulasi Penanggulangan Kebakaran dan Evakuasi Korban diselenggarakan di RSUP Dr.Kariadi Semarang pada Selasa, 23 Mei 2017 sekira pukul 09.00 WIB.

Acara yang bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang ini digelar dalam rangka peningkatan pengetahuan dan kemampuan seluruh elemen yang ada di rumah sakit dalam menghadapi dan mengambil tindakan yang diperlukan bilamana terjadi peristiwa kebakaran.

“Selain itu, acara ini juga dimaksudkan sebagai evaluasi kesiapan personil dan sarana prasarana secara menyeluruh dalam menghadapi kejadian kebakaran serta untuk mengambil langkah perbaikan kedepan demi peningkatan pelayanan RSUP Dr, Kariadi Semarang kepada masyarakat,” jelas Anggiat Winner, SST., selaku Koordinator kegiatan kepada jurnalis IPJI.

Dimulai dengan simulasi tata cara evakuasi pemindahan pasien serta peralatan medis yang diperlukan sesuai prosedur hingga ke titik aman, dilanjutkan dengan simulasi tata cara melakukan pemadaman kebakaran dengan benar dengan melibatkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang.

6f136da7-fb39-4b16-b73e-a5a843e2134e

Seluruh peserta yang terdiri dari para dokter, tenaga medis, staff dan karyawan hingga security rumah sakit nampak serius dan antusias dalam mengikuti kegiatan mengingat betapa pentingnya tujuan kegiatan tersebut.

Kepala Bidang Pemberdayaan Dan Partisipasi Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Drs. Daniel S. mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus dan penting guna meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi dan menyikapi serta mengambil tindakan yang diperlukan dalam suatu peristiwa kebakaran.

“Kobaran api hanya butuh waktu 3 sampai 10 menit saja untuk melalap suatu tempat yang terbakar, sementara petugas pemadam kebakaran tidak bisa seketika itu juga hadir di lokasi kebakaran mengingat faktor kepadatan lalu lintas serta akses ke lokasi yang sulit dijangkau juga bisa menjadi kendala,” tutur Daniel.

“Untuk itu dibutuhkan juga peran serta dari masyarakat dengan bekal pengetahuan yang baik dan benar dalam menghadapi kejadian kebakaran serta tata cara penggunaan alat pemadam kebakaran secara benar sebelum petugas pemadam sampai di lokasi,” imbuhnya.

Lebih jauh Daniel juga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, pihaknya juga sedang menyiapkan sebuah aplikasi berbasis Android “Fire Panic Button” menyempurnakan aplikasi yang sudah ada sebelumnya.

Diharapkan dengan adanya aplikasi yang terintegrasi dengan berbagai fungsi ini akan mampu meningkatkan akurasi dan kecepatan informasi dari masyarakat dan pihak-pihak terkait sehingga mempercepat kedatangan petugas pemadam di lokasi.

f5ddc6e3-02d7-48fd-9f2d-4bb07f8fccaa

Kasi Kerjasama dan Peningkatan Kapasitas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Kustri Wandono, SH. menyampaikan hal yang senada dengan Daniel. Pentingnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap bahaya kebakaran sangatlah perlu untuk ditingkatkan.

Kepada jurnalis IPJI  Kustri menjelaskan ada tiga tahapan penggunaan alat-alat pemadam kebakaran yang juga perlu diketahui dan dipahami oleh masyarakat, yaitu :

  1. APAT, Alat Pemadam Api Tradisional seperti karung goni atau handuk basah untuk membantu memadamkan api kecil.

  2. APAR, Alat Pemadaman Api Ringan, yang menggunakan bahan kering dan basah sesuai dengan kebutuhan pemadaman sumber api yang perlu diketahui dengan benar.

  3. Hydrant dan mobil pemadam kebakaran.


“Hal utama yang terpenting dalam menyikapi suatu peristiwa kebakaran adalah evakuasi jiwa yang berada di lokasi kebakaran dan sekitarnya, baru kemudian harta,” tegasnya.

“Kemudian dalam rangka peningkatan kualitas personil pemadam kebakaran, kami juga secara terprogram menyelenggarakan Diklat Pemadam Kebakaran,”sambungnya sebelum memulai memberikan pengarahan kepada peserta simulasi.

 

(DN)

 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close