Siwo PWI Jateng Akui Keunggulan Tim Lereng Gunung Muria Canggrang FC (CFC) Kudus, Skor 2-0

Meski membawa tim yang cukup komplet, Siwo PWI Jateng dalam lawatannya ke Kudus belum bisa memperoleh hasil maksimal.

Keberadaan wasit yang kurang jeli, menjadikan Siwo harus menelan pil pahit kalah skor 2-0 dalam laga persahabatan melawan Tim Lereng Gunung Muria Canggrang FC, di New Ndoro Stadium Canggrang, Sabtu (8/1)
Gol kemenangan Canggrang FC seluruhnya tercipta di babak kedua melalui kaki Irwansyah menit ke- 78 dan Aris menit ke-81.
Laga kali ini bagi Siwo cukup istimewa. Selain rumput lapangan sekelas Liga 1, udaranya juga sejuk karena berada di lereng Gunung Muria.
Pada babak pertama Coach Andi menurunkan pemain terbaiknya, posisi striker diisi Wawan Rochmansyah dan Mushonifin, penyerang sayap kiri David, kanan Hendra, lini tengah diisi Gunawan, Wowok, Herry. Lini belakang Afri, Ian Firhanusa, Dika dan Rebo, penjaga gawang Yasar.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan menyerang. Tuan rumah yang didukung ratusan suporter beberapa kali melakukan serangan lewat lebar lapangan, dengan mengandalkan umpan trupas menusuk ke jantung pertahanan Siwo. Namun, karena barisan pertahanan yang dikoordinasi Ian dan Dika bagaikan "Benteng Takakesi" ditambah kiper Yasar handal dalam bola-bola atas menjadikan Indra Cahyono dkk harus gigit jari, serangannya ke kotak terlarang Siwo dengan mudah berhasil diredam.
Siwo sendiri bermain cukup agresif. Instruksi pelatih untuk mengalirkan bola dari bawah dijalankan cukup apik.
Wowok dan Gunawan sebagai dirigent lapangan tengah tak berlama-kama mempermainkan si kulit bundar. Setiap dapat bola dikirim ke sayap kiri David atau langsung mengarah ke striker.
Benar saja, menit ke-20 Siwo mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. Gelombang serangan terus dilakukan. Menjadikan barisan pertahanan Canggrang terdiri Agus Sutiyono, Khoirul Anam, Sulhadi dan Mustaqim terlihat kalang kabut menghadapi gempuran tim jurnalis.
Sayang wasit kurang jeli dalam memimpin pertandingan. David yang berlari sendirian muncul dari belakang menjemput bola, tapi hakim garis mengangkat bendera tanda offside. Hal itu, terjadi sampai tiga kali.
Termasuk pelanggaran terhadap David maupun Wawan di dekat kotak pinalti masih saja dibiarkan wasit.
Kondisi ini, memicu protes dari kubu Siwo. Wawan sebagai kapten tim tidak terima dengan keputusan wasit, karena dinilai berat sebelah. Coach Andi turun tangan memperintahkan anak buahnya untuk sabar dan tidak perlu protes terhadap keputusan wasit, tetap bermain spartan. Jangan terpengaruh dengan keputusan wasit.
Tercatat Siwo Jateng mempunyai tiga peluang emas yang gagal dimanfaatkan David dan Wawan. Tendangannya dua kali mengenai mistar dan wawan tinggal berhadap-hadapan dengan kiper Arif Presetyo plesingnya terlalu pelan, sehingga bisa ditepis kiper Canggrang.
Sampai wasit meniup peluit tanda turun minum kedudukan tetap imbang 0-0.
Menginjak babak kedua coach Andi merotasi beberapa pemain. Masuk Trinil, Fery, Imam, Tito, Egy dan Aji Gempal.
Hadirnya pemain baru, diharapkan daya dobrak Siwo semakin kuat.
Sementara itu, pelatih Canggrang Teguh Asmara tidak tinggal diam, pemain yang sudah kelelahan akibat menghadapi gempuran Wawan dkk, diganti dengan pemain mudanya seperti Fahri Gunawan, David Maulana, Ahmad, Muh Lutfi dan Tomi Hernawan.
Permainan kedua tim usai turun minum, terlihat imbang. Serangan silih berganti, keduanya sama- sama memperoleh peluang menciptakan gol. Berbeda dari babak pertama, Siwo bisa mengendalikan permainan dengan prosentase 60 : 40.
Masuk babak kedua, kembali gol getter Siwo Wawan dan David mengalami nasib apes, peluang demi peluang hilang sia-sia. Sepertinya gawang lawan, tertutup tembok, sulit ditembus.
Permainan pun semakin memanas dan menguras energi. Tercatat empat pemain Canggrang harus keluar lapangan, dua orang harus ditarik karena mengalami keram dan dua pemain lagi karena cedera. Salah satunya giginya lepas, bertabrakan dengan wawan.
Ditariknya dua bek Siwo Dika dan Rebo, mempengaruhi kesolitan lini belakang Siwo. Gol pada menit ke-78 tidak lepas dari kesalahan Fery. Maksudnya ingin membuang bola, malah lepas jatuh ke kaki striker CFC. Dengan mudah Irwansyah memperdaya kiper Yasar. Belum sampai lima menit, kembali gawang Siwo bergetar melalui serangan balik. Tito telat menutup lawan, Aris Hasyim dari sudut sempit menshooting yang gagal ditangkap Yasar.
Sampai wasit meniup peluit panjang kedudukan skor 2 -0 untuk Tim Canggrang Kudus.
Pelatih Siwo PWI Jateng, Andi Sugiarto mengaku salut dengan perjuangan Tim Siwo. Babak pertama Siwo bisa mengusai permainan, tapi sayangnya tidak bisa memanfaatkan peluang.
"Banyak peluang kita hilang sia-sia. Kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa. Yang jelas Gunawan dkk sudah bermain cukup luar biasa,"papar Andi.
Sementara itu, Owner sekaligus pelatih Canggrang FC Teguh Asmara mengaku kagum dengan permainan Siwo. Dan sangat berterima kasih, Tim Siwo bisa bermain di lapangan lereng Gunung Muria.
"Saya sangat berterima kasih kepada Tim Siwo yang sudah memenuhi undangan kami. Semoga tali silahturahmi lewat main bola terus terjalin. Maaf jika dalam permainan tadi ada kesalahan," papar Teguh yang juga pemilik apotek terbesar di Kudus itu.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close