Tersangka Penggelapan Tanah Kerten dijebloskan ke Penjara

Tersangka Penggelapan Tanah Kerten dijebloskan ke Penjara. Semarang-JM. Pengacara Senior , Rizal Thamrin, SH, SE telah membongkar kasus dugaan penggelapan hasil penjualan Tanah dan Bangunan dengan Pemegang Hak Raden Mas Masselino Yehezkiel Wiseso Tito seluas 2870 Meter persegi yang terletak di Kerten Kecamatan Laweyan Kota Surakarta senilai Rp 5 Miliar dengan Tersangkanya berinisial ANH. Bahkan Tersangkanya langsung dijebloskan ke Penjara," Sekarang sudah di Rutan Kelas 1 Surakarta, Karena Penggelapan yang dilakukan Tersangka ANH sudah memenuhi unsur pidananya sesuai Pasal 372 KUHP. ANH tidak menyerahkan uang hasil penjualan Tanahnya, tapi digunakan untuk kepentingan usaha pribadinya berupa usaha perkebunan di Jepara, Bali , Proyek Jembatan Kaca dan usaha lainnya. Makanya kasus ini kemarin Kamis, 12/3 telah dilimpahkan tahap kedua ke Kejaksaan Negeri Surakarta," ungkapnya melalui Press Releasenya. (Jum'at, 13/3). Selanjutnya Rizal juga menjelaskan, bahwa Tersangka ANH telah menjual tanah yang bukan hak miliknya tersebut kepada PT Indaco senilai Rp 15 Miliar," Dan untuk PT Indaco yang telah membelinya rencananya akan ditempuh mediasi secara kekeluargaan, karena PT Indaco termasuk juga korban dalam kasus ini," imbuh Pengacara gaek ini ke Media ini. Sementara itu hingga ditulisnya berita ini saat dikonfirmasi ke Hp ANH belum ada pernyataan apapun dari pihak tersangka ANH atas kasus yang menjeratnya. Diketahui Kasus ini telah dilaporkan sejak 5 Februari 2018 dengan Nomor LP: B/55/II/2018/Jateng/RESTA.SKA. Namun baru terbongkar kasusnya setelah Tim Pengacara Rizal Thamrin dan Ariesanto E Nugroho,S.H dengan inten menanganinya hingga Tersangka ANH berhasil dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Surakarta," ANH juga Direktur PT de Kemuning, Direktur Travel Umroh PT. Rindu Rahmat Robbi dan PT. Berkah Bersama yang juga dicari banyak jamaah umrohnya yang diduga masih bermasalah," pungkas Rizal. ( TIM)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close