Wisata Kebangsaan dan Memeti Sendang Nayantaka Di Salatiga

Pawai keliling Wisata Kebangsaan dan Memeti sendang Nayantaka di Salatiga
Pawai keliling Wisata Kebangsaan dan Memeti sendang Nayantaka di Salatiga


Acara bertajuk Wisata Kebangsaan dan Memeti sendang Nayantaka digelar pada Minggu siang sekitar jam 09.30 WIB di area sendang Nayantaka desa Kutowinangun Lor kota Salatiga dalam rangka peringatan hari Kebangkitan Nasional dengan peserta gabungan dari tiga RW yaitu daerah Butuh, Ngentak dan Karang Pete.

Acara dimulai dengan pawai keliling dengan start dari depan kantor kelurahan Kutowinangun dan finish di sendang Nayantaka dengan membawa lambang Garuda Pancasila dan foto proklamator kemerdekaan RI.

Turut juga gunungan hasil bumi dalam pawai tersebut diiringi dengan drum band , drumblek serta barisan warga dari ketiga RW tersebut dengan berpakaian adat dan dikawal pasukan kuda lumping.

61f54d42-6a94-4271-a268-b0e4667af914

“Makna prosesi adat dan pawai tersebut melambangkan senjata trisula dari tiga unsur daerah yang terlibat dalam acara ini /tiga pilar bersatu melebur menjadi satu tanpa memandang agama, ras, suku dan strata kehidupan bangsa kita sesuai dengan makna Kebangkitan Nasional itu sendiri,” kata ketua panitia Paulus Suyatno M.Pd.

Dalam acara tersebut diadakan pula Ruwatan masuk ke dalam sendang dengan tujuan melambangkan pembersihan diri, jiwa dan raga dari kotoran, kenajisan, keiri dengkian, kebencian dan amarah agar bersih jiwa dan raganya serta cinta bangsa dan tanah air.

Lebih lanjut Paulus mengatakan bahwa makna dari Bopo Biyung adalah orangtua kita dan domas itu sebagai generasi penerus bangsa kita yang masuk dalam air sendang agar supaya bangkit dan lebih cinta NKRI secara utuh.

f67bcbcb-c31c-492c-9a99-b79d706d107e

“Harapan kedepannya agar sendang Nayantaka ini bisa menjadi tempat wisata kebangsaan dan menjadi salah satu ikonik Salatiga.karena dari sumber mata air ini bisa menyatukan tiga daerah yang ada dan memberi kehidupan serta memenuhi kebutuhan akan air,” tutur Paulus.

“Kami berharap pemerintah kota Salatiga dan pusat lebih memperhatikan dan menjaga sendang ini karena dari nilai historisnya mengandung makna yang dalam dan tinggi sejarahnya,” imbuhnya lagi.

(Andi)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close